Kawasan Kaesong Terdampak Konflik
Korsel – AS Pertimbangkan Kerahkan Aset-aset Strategis
Selasa, 12 Januari 2016 | 00:28 WIB
Seoul – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengatakan ada kemungkinan aset-aset strategis AS akan dikerahkan ke semenanjung Korea. Hal itu dilakukan setelah pesawat pengebom AS B-52 terbang di atas Korsel untuk merespons uji coba nuklir Korea Utara (Korut).
Selain itu, Seoul menyampaikan batasan-batasan baru terhadap pergerakan penduduknya ke kawasan industri bersama Kaesong, yang hanya berjarak beberapa kilometer dengan perbatasan Korut.
Pemerintah Seoul juga mengambil sikap tanpa kompromi pasca uji coba nuklir, Rabu (6/1), dengan melanjutkan siaran propaganda ke Korut dan dan mendesak masyarat internasional untuk menjatuhkan sanksi keras terhadap Pyongyang.
Dalam pamer kekuatan, Minggu (10/1), pesawat B-52 Stratofortress – dikawal oleh pesawat jet tempur F-15 Korsel dan F-16 AS – terbang di atas pangkalan angkatan udara Osan, yang berjarak sekitar 70 kilometer dari selatan perbatasan antar Korea.
Menurut militer AS penerbangan itu merupakan ajang demonstrasi terhadap komitmen kuat pada aliansi militernya dengan Korsel, sekaligus respons langsung atas uji coba nuklir keempat Korut.
"Korea Selatan dan Amerika Serikat berkonsultasi secara intens tentang pengerahan tambahan dari aset-aset strategis lainnya di Semenanjung Korea," kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kim Min Seok dalam konferensi pers singkat di Seoul, Senin (11/1).
Sementara itu, kementerian unifikasi mengumumkan, Senin, bahwa jumlah warga Korea Selatan yang diperbolehkan menginap di Kaesong dikurangi dari 800 menjadi 650.
"Tujuannya adalah untuk meminimalisir kehadiran pekerja di Kaesong, namun tidak menghambat kegiatan produksi yang sebenarnya," ujar pejabat kementerian.
Langkah yang diambil ini lebih karena ada dorongan kekhawatiran bahwa warga Korsel yang tinggal di zona itu lebih rentan jika ketegangan Korut-Korsel terus meningkat.
Juru bicara kementerian pertahanan di Seoul juga mengatakan, Senin, bahwa Korea Utara telah mengerahkan lebih banyak pasukan ke perbatasan unit garis depan.
"Ada peningkatan jumlah pasukan di sepanjang perbatasan setelah uji coba nuklir keempat Korea Utara. Namun belum ada tanda-tanda provokasi apapun yang segera terjadi," tambah dia.
Kawasan industri Kaesong dibuka 2004 dan saat ini menaungi 120 perusahaan Korsel yang mempekerjakan sekitar 53.000 karyawan Korea Utara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




