Dishub Rekayasa Lalu Lintas di Belakang Kantor Wali Kota Bekasi

Selasa, 12 Januari 2016 | 11:06 WIB
MN
JS
Penulis: Mikael Niman | Editor: JAS
Personel Dishub Kota Bekasi mengatur lalu lintas di Jalan Rawa Tembaga, Selasa, 12 Januari 2015.
Personel Dishub Kota Bekasi mengatur lalu lintas di Jalan Rawa Tembaga, Selasa, 12 Januari 2015. (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat gencar mengatasi masalah kemacetan yang kerap terjadi di wilayahnya. Selain menambah jalan alternatif, pemerintah daerah juga mengatasi masalah dengan cara melalui rekayasa arus lalu lintas.

Seperti yang diterapkan beberapa hari lalu, Dinas perhubungan (Dishub) Kota Bekasi melakukan rekayasa lalu lintas di Jalan Rawa Tembaga, Bekasi Selatan.

Menurut Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Edy Setiawan, rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk mengurai kemacetan yang terjadi di lampu merah Kayuringin, depan Apartemen Center Poin menuju Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

"Untuk beberapa pekan ke depan, kami lakukan uji coba penerapan satu arah di Jalan Rawa Tembaga, untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di lampu merah Kayuringin," ujar Edy Setiawan, Selasa (12/1).

Dia mengatakan, beberapa personel Dishub Kota Bekasi dikerahkan di setiap titik persimpangan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas bagi pengendara yang tidak mau menaati rekayasa arus lalu lintas yang diterapkan.

"Kami juga telah memasang beberapa rambu lalu lintas dan pagar pembatas untuk menutup jalan sehingga para pengendara dapat mengerti jalan yang dilalui hanya untuk satu arah," ujarnya.

Kedua jalan tersebut dipisahkan oleh aliran Kali Rawa Tembaga, satu di sisi timur dan satunya lagi, di sisi barat. Sejauh ini, kata dia, rekayasa arus lalu lintas tersebut cukup efektif mengurangi kepadatan arus lalu lintas di simpang lampu merah Kayuringin.

Hanya saja, bagi pengendara sedikit merasa kagok saat melintas di putaran Asrama Haji karena tidak adanya petunjuk untuk menjelaskan arah tujuan jalan.

Uji coba itu dimulai sejak beberapa waktu lalu hingga beberapa pekan ke depan dan dilakukan evaluasi sebelum dipermanenkan. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon