Kuartal I, IHSG Berpotensi Tembus 4.700

Selasa, 12 Januari 2016 | 22:56 WIB
NA
MF
B
Ilustrasi IHSG
Ilustrasi IHSG (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta – Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (12/1) belum tergolong kuat atau masih bersifat technical rebound. Sebab, pergerakan indeks ke zona hijau tidak diiringi sentimen-sentimen positif. Kemarin, IHSG ditutup naik 47,04 poin (1,05%) ke level 4.512, setelah berhari-hari bergerak ke teritori negatif.

"Indeks menguat karena terimbas penguatan Dow Jones pada hari sebelumnya," kata analis First Asia Capital David Setyanto di Jakarta, Selasa (12/1). Namun, dia menjelaskan bahwa IHSG akan kembali melemah, jika indeks Dow Jones berfluktuasi.

Menurut David, terdapat dua faktor yang dapat memperkuat kenaikan IHSG. Pertama, pemulihan harga komoditas secara berkelanjutan. Kedua, perbaikan perekonomian Indonesia. Hal itu harus terefleksi dari tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih baik dibanding periode sebelumnya.

David memprediksi IHSG bisa mencapai level 4.747 pada akhir kuartal I-2016. Namun, dalam jangka pendek, dia memperkirakan indeks dapat mempertahankan level terendah (support) pada posisi 4.400.

Sementara itu, analis LBP Enterprises Lucky Bayu Purnomo menyampaikan pendapat yang berbeda. Menurut dia, rebound IHSG masih bisa berlangsung hingga akhir bulan ini. Kondisi ini mencerminkan fenomena January effect yang identik dengan volatilitas tinggi.

Namun, dalam jangka menengah dan panjang, pasar diyakini masih akan cenderung menguat. Pasar ingin membayar janji pemerintah yang mengeluarkan kebijakan ekonomi. "Regional juga kondisinya mendukung seperti Hang Seng, Nikkei, dan Straits Times," ujar Lucky.

Ke depan, pemodal juga diharapkan mencermati tantangan dari harga minyak mentah yang cenderung melemah dan berada pada level US$ 32 per barel. Kondisi tersebut bakal memicu pasar melakukan transaksi dalam jumlah besar.
Rendahnya harga minyak diyakini bakal membuka peluang untuk rebound untuk menguji level US$ 35-37 per barel.

Rebound harga minyak tersebut bakal mendorong penguatan di bursa saham regional Asia dan global. "Jadi, IHSG akan menguat ke 4.700 dalam jangka menengah yaitu Februari dan Maret," ujar dia.

Lucky melanjutkan, sentimen positif tersebut juga akan ditopang oleh sentimen positif dalam negeri. Hal itu, seiring dengan perilaku pemerintah yang aromanya masih agresif merealisasikan paket kebijakan ekonomi.

Skenario berlanjut, dimana IHSG akan menuju level 4.900 sampai akhir tahun ini. Proyeksi tersebut sejalan dengan progress realisasi paket kebijakan ekonomi pemerintah. Apalagi, pemerintahan Jokowi dan JK baru menginjak tahun kedua.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon