Kasus Demam Berdarah di Jambi Meningkat
Rabu, 13 Januari 2016 | 07:03 WIB
Jambi - Kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jambi meningkat drastis menyusul cuaca ekstrem yang melanda kota itu beberapa pekan terakhir. Hujan dan panas yang silih berganti di kota tersebut membuat nyamuk demam berdarah Aedes aegypti cepat berkembang pada genangan-genangan air.
Pantauan SP di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Manap Kota Jambi, Rabu (13/1), ruang perawatan anak di rumah sakit tersebut dipenuhi penderita penyakit DBD. Jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit tersebut hingga Rabu (13/1) sebanyak 18 orang. Kemudian penderita DBD yang berobat ke rumah sakit tersebut juga cukup banyak. Setiap hari ada lima orang pasien DBD yang berobat ke rumah sakit tersebut sejak awal Januari lalu.
"Pasien penderita penyakit DBD yang dirawat di rumah sakit ini sejak awal Januari sebanyak 39 orang. Jumlah pasien DBD tersebut meningkat 65 persen dibanding pasien DBD yang dirawat di rumah sakit ini Oktober-Desember 2015 sebanyak 60 orang. Drastisnya peningkatan kasus DBD di Kota Jambi dipengaruhi cuaca ekstrem dan banyaknya genangan air," kata Kepala RSUD Abdul Manap Kota Jambi, dr Maulana di Kota Jambi, Rabu (13/1).
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Yulianti mengatakan, kasus DBD di Kota Jambi sejak Jumat (1/1) hingga Rabu (13/1) mencapai 67 kasus, namun tidak ada korban meninggal. Tingginya kasus DBD tersebut akibat hujan dan panas yang silih berganti melanda Kota Jambi setiap hari selama Januari. Sementara warga kurang antisipasi terhadap peningkatan DBD.
Menurut Yulianti, untuk mekenan kasus DBD di kota itu, pihaknya meningkatkan fogging (pengasapan) di daerah-daerah rawan sarang nyamuk DBD untuk mencegah bertambahnya korban DBD di kota itu. Fogging diprioritaskan di sekitar permukiman warga dan sekolah yang rawan DBD dan sudah ditemukan adanya kasus DBD.
"Selain melakukan fogging, kami juga kembali mengimbau warga Kota Jambi membersihkan rumah dan pekarangan rumah dari sarang nyamuk. Bak mandi harus sering dikuras dan diberi bubuk abate mencegah berkembangnya jentik nyamuk. Pekarangan rumah juga harus dibersihkan dari kaleng-kaleng atau benda lain yang menampung air hujan," katanya.
Dijelaskan, kasus DBD di Kota Jambi tahun lalu masih cukup tinggi, yakni mencapai 521 kasus dan delapan kasus meninggal. Namun kasus DBD di kota itu tahun lalu menurun dibandingkan kasus DBD tahun 2014 sekitar 696 kasus dan 11 orang meninggal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




