Segmen Menengah Dorong Angka Penjualan Rumah
Minggu, 17 Januari 2016 | 16:47 WIB
Jakarta - Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, tren suku bunga yang menurun membuat kalangan perbankan memberikan stimulus yang nyata bagi pergerakan pasar perumahan nasional.
Berdasar analisis yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch (IPW), penurunan suku bunga ini juga memberikan pengaruh terhadap penjualan rumah di kawasan Bodetabek-Banten, yang menunjukkan pertumbuhan cukup potensial.
"Secara rule of thumb dapat dijelaskan hubungan dengan turunnya setiap 1 persen suku bunga KPR akan meningkatkan potensi pangsa pasar 4-5 persen," kata Direktur IPW, Ali Tranghada, Minggu (17/1).
Selain itu, prediksi yang dilakukan oleh IPW dengan analisis terhadap wilayah yang cukup berpotensi di wilayah Bekasi, terbukti naiknya tingkat penjualan di wilayah ini cukup signifikan mencapai 72,01 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Bahkan, wilayah Bogor hanya tumbuh 15,44 persen, dan penurunan terjadi di wilayah Tangerang sebesar -8,52 persen.
Segmen menengah menguat dengan komposisi penjualan terbesar berada di kisaran harga Rp 500 juta - Rp 1 miliar, sebesar 48,9 persen. Hal tersebut diikuti oleh segmen menengah-bawah 26,8 persen.
Bahkan, di segmen menengah-atas meskipun mempunyai komposisi hanya 24,4 persen namun terjadi pertumbuhan 21 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.
"Indonesia Property Watch mencermati, periode akhir tahun yang sarat dengan musim liburan malah tidak berdampak langsung pada penjualan rumah secara keseluruhan. Selain itu, aksi bom yang terjadi belum lama ini di Thamrin, Jakarta diperkirakan tidak akan berdampak sistemik bagi penjualan perumahan secara nasional," tambah Ali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




