Sianida, Zat Kimia yang Menghilangkan Nyawa Mirna

Senin, 18 Januari 2016 | 19:46 WIB
BM
B
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: B1
Racun Sianida
Racun Sianida (istimewa/istimewa)

Jakarta - Wayan Mirna Salimin (28), seketika langsung kejang-kejang usai menyeruput kopi, di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Dia akhirnya meninggal dunia, ketika dibawa ke Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Hasil pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menyatakan, kopi yang diminum Mirna mengandung zat sianida, sebanyak 15 gram per liter.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak mengatakan, sianida merupakan zat kimia yang mengandung CN bersifat racun.

"Ini racun yang sangat keras. Bersifat korosif, asam kuat. Apabila terminum bisa menyebabkan meninggal dunia, tapi bergantung kadarnya," kata Musyafak kepada Beritasatu.com, Senin (18/1).

Dikatakan Musyafak, sianida memiliki beberapa bentuk, bisa cair, padat maupun gas.

"CN ini memblok O2 atau oksigen yang dipakai jaringan tubuh. Cirinya darah merah menyala, sementara sel-sel atau jaringan pucat," ungkapnya.

Menurutnya, gejala yang terjadi pada Mirna, merupakan ciri khas orang yang terpapar zat sianida.

"Gejalanya kejang-kejang, sakit kepala yang kuat, jantung berdebar tidak teratur, sampai pingsan, dan meninggal dunia," katanya.

Dia menuturkan, sianida biasanya tersedia di toko-toko kimia, toko penjual pestisida untuk memberantas hama.

"Ada banyak kasus pembunuhan yang menggunakan sianida untuk meracuni korbannya," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sianida berbau seperti almond. Zat kimia ini menyerang semua jaringan tubuh, menutup pertukaran oksigen, sehingga tubuh kekurangan oksigen.

Biasanya sianida dipakai nelayan untuk menangkap ikan. Cukup menebar zat kimia itu di air laut, tak lama ikan akan mengambang. Selain itu, sianida juga dipakai penambang emas untuk memisahkan kandungan emas dengan material lain.

Sianida juga populer sebagai racun yang digunakan untuk kasus pembunuhan dan bunuh diri. Pemimpin Nazi, Adolf Hitler, memakainya untuk melakukan pembunuhan di kamp konsentrasi.

Istri Hitler, Eva Braun pun menggunakan sianida untuk bunuh diri. Hitler dan istrinya sama-sama bunuh diri di dalam bungker saat tentara Uni Soviet mengejar mereka. Bedanya Eva menenggak sianida, Hitler menembak kepalanya sendiri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon