Istana: Lambatnya Penanganan Teroris karena Keterbatasan Payung Hukum
Selasa, 19 Januari 2016 | 11:05 WIB
Jakarta– Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan masalah terorisme menjadi topik utama dalam rapat konsultasi jajaran pimpinan lembaga negara. Rapat konsultasi yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/1) dipimpin Presiden Joko Widodo.
"Pertemuan para kepala lembaga tinggi negara dengan Presiden, hari ini mengagendakan secara khusus mengenai hal yang berkaitan dengan terorisme, yang terjadi beberapa waktu lalu," kata Pramono.
Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi didampingi Wapres Jusuf Kalla, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, dan Mendagri Tjahjo Kumolo.
Pramono yang dikenal sebagai politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, pemerintah sejak beberapa waktu lalu telah mendeteksi kemungkinan terjadinya aksi terorisme. Aksi tersebut kerap disebut para penebar teror itu dengan istilah konser.
Namun, kewenangan serta payung hukum yang berlaku membuat pemerintah tidak bisa bertindak lebih jauh, maka yang ditangkap Densus 88 hanya 19 orang. "Belajar dari hal tersebut. Ketika terjdi di Thamrin, ternyata jaringan itu ada yang sudah diduga bahwa mereka bagian dari aksi itu. Sampai hari Senin (18/1), Polri menyampaikan telah ditangkap 14 orang terduga teroris," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




