Pensiun Usai Lawan Bradley, Pacquiao: Saya Ingin Jadi Pelayan Masyarakat

Rabu, 20 Januari 2016 | 09:26 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Petinju Filipina Manny Pacquiao atau Pacman (kiri) berjalan memasuki Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan saat mengunjungi terpidana mati kasus narkotika asal Filipina, Marry Jane Fiesta Veloso di LP Wirogunan, Yogyakarta, 10 Juli 2015
Petinju Filipina Manny Pacquiao atau Pacman (kiri) berjalan memasuki Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wirogunan saat mengunjungi terpidana mati kasus narkotika asal Filipina, Marry Jane Fiesta Veloso di LP Wirogunan, Yogyakarta, 10 Juli 2015 (Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Las Vegas – Juara dunia delapan divisi Manny Pacquiao mengungkapkan perasaannya begitu campur aduk ketika melakukan jumpa pers duel melawan Timotthy Bradley. Pasalnya, duel yang akan digelar 9 April di MGM Grand di Las Vegas itu akan menjadi duel terakhir dalam karier bertinjunya.

Pacquiao sudah memutuskan untuk menggantung sarung tinju usai duel jilid ketiga melawan Bradley.

"Saya senang akan menggantung sarung tinju usai duel ini," ujar Pacquiao dalam jumpa pers, Selasa (20/1) malam waktu setempat.

"Tentunya saya juga merasa sedih tapi itulah hidup. Anda tidak bisa terus bertarung sepanjang waktu. Saya sebelumnya mulai bertinju untuk membantu keluarga dan ibu saya. Sekarang saya mengakhirinya karena ingin membantu rakyat, orang-orang Filipina. Saya ingin menjadi pelayan masyarakat," tuturnya.

Usai bertinju, Pacquiao direncanakan akan lebih fokus dalam pekerjaannya menjadi politisi. Pacquiao yang saat ini menjadi anggota kongres berkeinginan maju mendudukikursi senat dalam pemilihan mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon