Petani Bromo Tunggu Bantuan Bibit Tanaman
Kamis, 21 Januari 2016 | 13:01 WIB
Probolinggo - Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat bagi para petani Suku Tengger yang terdampak abu vulkanis aktivitas Gunung Bromo. Kementerian Pertanian (Kemtan) RI di Jakarta, melalui Ditjen Holtikultura menyatakan siap menggelontorkan bantuan berupa bibit tanaman kepada para petani yang tanamannya rusak akibat terkena hujan abu vulkanik yang mematikan aneka tanaman penduduk.
"Kemtan menjanjikan akan memberikan bantuan bibit kepada petani terdampak abu vulkanik Gunung Bromo sesuai proposal pengajuan bantuan. Permohonan ini kami sampaikan sesuai data Disperta Kabupaten Probolinggo," ujar Kepala Disperta Probolinggo, Mahbub Zunaidi, di Probolinggo, dalam keterangan persnya yang diterima SP, Kamis (21/1).
Langkah ini, kata Mahbub, menindaklanjuti arahan Bupati Probolinggo, Tantriana Sari yang meminta pihaknya berkonsultasi ke Kemtan terkait dengan bantuan para petani yang lahan pertaniannya rusak akibat abu vulkanis Bromo dalam 45 hari terakhir. Mahbub menandaskan, petugas tetap melakukan pendataan terhadap areal pertanian warga Tengger yang terpapar abu vulkanis karena erupsi Bromo.
"Mudah-mudahan para petani bisa mengantisipasi seminimal mungkin kerusakan tanaman, sehingga panen tidak gagal total dalam tiga bulan ke depan. Ini membuat para petani frustrasi, " ujarnya sambil terus mengimbau petani untuk tetap waspada dan menyemprot abu vulkanis yang mengenai tanaman, dan menggunakan pupuk bokashi cair untuk mempercepat pertumbuhan daun tanaman.
Data Disperta Probolinggo mencatat luas lahan pertanian yang terpapar abu vulkanis Bromo mencapai 2.604,5 hektare (ha) yang tersebar di tiga kecamatan yakni Sukapura, Sumber, dan Lumbang. Rinciannya, di Kecamatan Sukapura tercatat lahan pertanian yang rusak akibat terpapar abu Bromo untuk tanaman kentang seluas 992 ha, kubis 82 ha, sawi 82,5 ha, tomat 16 ha, jagung 164 ha.
Di Kecamatan Sumber terdapat 714 ha tanaman kentang, dan 40 ha kubis, serta di Kecamatan Lumbang tercatat 365 ha tanaman kentang, 32 ha kubis, 2 ha tomat, dan 115 ha tanaman jagung.
Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mencatat hujan abu Bromo telah mengguyur tiga kawasan rawan bencana yang meliputi Kecamatan Sukapura, Lumbang, dan Sumber, dengan jumlah penduduk sebanyak 34.392 jiwa dan 6.417 unit atap rumahnya dipenuhi abu vulkanis Bromo. Jalanan di kawasan Sukapura Sumber dan Limbang, seluruhnya tertutup abu vulkanis dan licin manakala hujan turun tidak lebat.
Sementara itu Disperta Pemprov Jatim yang dihubungi terpisah, menyatakan masih terus melakukan pendataan atas lahan pertanian yang rusak di Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Lumajang. "Belum seluruhnya, nanti akan kami kabari jika sudah seluruhnya," ujar Hariono, salah seorang petugas Disperta Jatim yang dikonfirmasi via telepon, Kamis tadi pagi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




