Teror Thamrin, Bachrun Naim Diminta Bertanggung Jawab

Kamis, 21 Januari 2016 | 16:40 WIB
FA
YD
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: YUD
Polisi bersiaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga berasal dari pospol depan Sarinah, MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Tampak salah satu korban tewas terkapar di lokasi kejadian.
Polisi bersiaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga berasal dari pospol depan Sarinah, MH Thamrin, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Tampak salah satu korban tewas terkapar di lokasi kejadian. (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Jakarta - Kepolisian RI (Polri) menantang buron utama teror bom dan penembakan membabi buta di Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1) lalu untuk berani pulang ke Indonesia dari tempatnya berada saat ini di Suriah. Polri mengatakan jika memang tak bersalah seharusnya Naim tak gentar untuk pulang ke tanah air.

"Kami sudah menemukan data intel, perintah "konser" (aksi) itu langsung dari dia. Itu kita dapatkan dari dua kelompok yang kita tangkap di Bekasi (Abu Muzab dan Hendro). Kalau yang bersangkutan merasa tidak bersalah datang saja kesini lalu bilang ngga bersalah. Kalau ngga bersalah kan ngga akan ditangkap. Jangan berani menantang tapi bullsh**," kata Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri Kamis (21/1).

Menurut Anton, bahkan, jika perlu, maka Naim yang berasal dari Solo dan merupakan residivis kasus kepemilikan senjata api dan bahan peledak itu, bisa membuat laporan ke polisi tentang delik pencemaran nama baik.

"Saya mengundang untuk datang ke Indonesia untuk mengklarifikasi namanya yang sudah dicemarkan. Kok gitu saja repot. (Kami percaya dia pelaku) makanya pimpinan kami mengatakan demikian. Buktinya ada komunikasi lewat HP, lewat sandi, dan email. Sandi itu misalnya untuk pelaku bom bunuh diri disebut pengantin dan mengebom disebut konser," lanjut Anton.

Seperti diberitakan, Naim, yang sementara ini diketahui bergabung dengan tandzim Jamaah Anshar Khalifah Daulah Nusantara (JAKDN), mengirimkan sejumlah dana ke tanah air. Dia meminta kelompoknya untuk berangkat ke Suriah atau membuat konser di tanah air.

Isi dari JAKDN macam-macam. Ada Mujahidin Indonesia Timur alias kelompok Santoso, Mujahidin Indonesia Barat, Jamaah Islamiyah, Jamaah Anshoru Tauhid, tim Hisbah Solo, dan kelompok Amman Abdurrahman atau Tauhid Wal Jihad.

JAKDN didirikan pada pertengahan Maret 2014. Yang didapuk sebagai pemimpin sementara saat itu adalah Marwan alias Abu Musa sebelum tampuk kepemimpinan diserahkan ke Amman yang kini mendekam di Lapas Nusakambangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon