Petronas Pertimbangkan PHK Sebagian Karyawannya

Kamis, 21 Januari 2016 | 17:20 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
Dua polisi malaysia mengenakan masker di dekat gedung Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia, 11 September 2015. Malaysia terkena dampak kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan.
Dua polisi malaysia mengenakan masker di dekat gedung Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia, 11 September 2015. Malaysia terkena dampak kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan gambut di Sumatera dan Kalimantan. (AFP/Mohd Rasfan)

Kuala Lumpur, Malaysia - Perusahaan minyak Malaysia Petroliam Nasional Bhd (Petronas) berencana merumahkan atau memutus hubungan kerja (PHK) sebagian karyawannya akibat harga minyak yang terus melemah.

Demikian disampaikan the Malaysian Reserve hari ini yang mengutip sumber internal perusahaan yang menolak disebutkan namanya.

Sumber tersebut mengatakan bahwa manajemen Petronas tengah mempertimbangkan untuk menawarkan skema PHK sukarela (VSS) untuk para pekerja tetapnya. Saat ini Petronas memiliki sekitar 51.000 karyawan.

Sebelumnya, Petronas berencana memangkas belanja operasi dan modal hingga sebesar 50 miliar ringgit (Rp 158 triliun) dalam empat tahun ke depan.

Rencana pengurangan belanja modal disinyalir akibat harga minyak mentah dunia yang kini berada di bawah US$ 30 per barel. Hari ini, harga minyak mentah dunia jenis WTI terpantau melemah 0,39 persen ke US$ 28,24 dan jenis Brent turun 0,54 persen ke US$ 27,73.

Menurunnya harga minyak bakal memangkas pendapatan dan laba Petronas. Beberapa proyek domestik dan internasional juga bisa menjadi rugi.

Petronas adalah sumber pendapatan terbesar pemerintah Malaysia, yang mencakup sekitar 30 persen anggaran tahunan. APBN Malaysia didasarkan pada asumsi harga minyak US$ 48 per barel untuk Brent. PM Najib Razak rencananya akan merevisi APBN minggu depan.

Melemahnya harga minyak akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan kelebihan persediaan minyak global akibat dicabutnya embargo Iran dan produksi shale oil di AS. Negara-negara OPEC juga ngotot mempertahankan produksinya sehingga terjadi oversupply di pasar.

Petronas bukan satu-satunya perusahaan yang merumahkan karyawannya. Sebelumnya, pada Desember 2015, Chevron mem-PHK 1.200 karyawan di proyek LNG Gorgon di Australia. Ke depannya Chevron akan memangkas 6.000-7.000 karyawan sebagai upaya mengimbangi harga jual minyak dunia yang melemah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon