Riza Falepi: Alumni ITB Harus Mampu Menjadi Pilar Bangsa

Kamis, 21 Januari 2016 | 23:39 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Walikota Payakumbuh, Sumatera Barat, Riza Falepi, terpanggil ingin memajukan almamaternya, Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan mengikuti bursa pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2016-2020 yang akan berlangsung 23 Januari 2016, di Bandung.
Walikota Payakumbuh, Sumatera Barat, Riza Falepi, terpanggil ingin memajukan almamaternya, Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan mengikuti bursa pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2016-2020 yang akan berlangsung 23 Januari 2016, di Bandung. (Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)

Bandung - Menjelang H-2 pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni ITB (IA -ITB), yang rencananya akan digelar di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/1), masing-masing kubu dari kandidat yang bersaing, telah melakukan sejumlah kampanye dan usaha untuk dapat memenangkan perebutan kursi Ketua Umum IA ITB periode 2016-2020.

Seperti diketahui, terdapat empat kandidat yang akan memperebutkan kursi Ketua Umum IA ITB, yaitu Riza Falepi (Walikota Payakumbuh), Ridwan Djamaluddin (Kemenko Kemaritiman dan Sumberdaya Manusia), Pontas Romulo Tambunan (CEO PT Kilat Wahana Jenggala), dan Hiramsyah S. Thaib (CEO PT Teknologi Riset Global).

Sebagai salah satu kandidat, Riza Falepi, mengatakan, seandainya terpilih, dirinya optimistis akan mampu membawa IA ITB seperti membawa Payakumbuh dari titik kecil di peta Indonesia, menjadi sebuah rujukan kota yang maju, kota yang berprestasi, dalam sebuah harmoni.

"Potensi alumni ITB harus diperluas, bukan hanya mengurusi perusahaan atau pendidikan, tapi harus mampu mempengaruhi bahkan membuat kebijakan, dengan atau tanpa harus memakai kendaraan partai politik," ujar Riza yang mengusung slogan kampanye "Lead for Nation" ini.

Alumni ITB lulusan Jurusan Teknik Elektro Angkatan 1989 ini menambahkan, dirinya merasakan kedalaman dan kerendahan hati yang sama. "Saya hanya ingin mengkonsolidasi kawan-kawan alumni," tegasnya.

Pria Kelaharian Payakumbuh yang menginjak usia ke-46 tahun ini, merasa sudah waktunya untuk memekarkan ide bahwa alumni ITB adalah kader pemimpin bangsa, bukan hanya dibidang keteknikan atau usaha, tapi juga kepemimpinan nasional.

"Saya tidak berlebihan mengatakan, anak ITB harus menjadi pemimpin daerah, tapi paradigma kepemimpinan sudah saatnya ditabur dikalangan alumni ITB. Selain bukti bahwa berkarya di daerah cukup menjanjikan kehidupan yang layak tanpa harus korupsi," katanya.

Apalagi, lanjut dia, gelombang kaderisasi kepemimpinan nasional saat ini memang banyak dimulai dari kalangan pimpinan daerah. Bahkan Presiden Joko Widodo pun memulai karirnya sebagai walikota. Saat ini, kata Riza, lebih dari selusin pimpinan daerah yang dianggap berhasil mulai digadang-gadangkan sebagai kader pimpinan nasional.

"Sudah banyak orang pintar di ITB, banyak pejabat, banyak orang sukses, banyak orang kaya, banyak industriawan dan usahahan, tak terhitung profesional yang lahir dari kampus Ganesha. Namun, yang diperlukan oleh IA ITB adalah kepimpinan yang rendah hati, berwawasan kebangsaan, dengan leadership yang teruji, tidak gamang berhadapan dengan seluruh elemen bangsa termasuk birokrat, masyarakat, LSM dan partai politik," kata Riza.

Untuk mengelola alumni ITB, menurut Riza, harus rendah hati. Alumni ITB, lanjut dia, merupakan elemen dan aset bangsa yang turut harus belajar bagaimana membangun negeri ini, dengan interaksi yang produktif dengan semua pihak tanpa pandang bulu.

"Saya banyak belajar, kita belajar, mereka belajar, belajar bagaimana memimpin bangsa ini dengan lebih baik, masa kita mau begini-begini saja? masa anak ITB kalah langkah dengan orang partai?. Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama bersinergi dan belajar saling memimpin secara produktif bukan tunggang-menunggangi," kata Riza berseloroh.

Terbukti, dengan berbagai prestasi menyabet puluhan penghargaan dalam waktu hanya tiga tahun tidak membuat dirinya merasa besar kepala. Dengan kerendahan hati dan tekad untuk memajukan IA ITB, tidak membuatnya seperti selebritis ITB yang sudah-sudah. Bisa jadi, hal inilah yang membedakan Riza kandidat lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon