Reksa Dana dengan Return Terbesar

Jumat, 22 Januari 2016 | 14:19 WIB
PA
B
Penulis: Putu Anggreni | Editor: B1
Ilustrasi Reksa Dana
Ilustrasi Reksa Dana (Istimewa)

Jakarta - Tahun 2015, kinerja reksa dana secara keseluruhan menurun lantaran pasar modal sedang berkinerja tidak baik. Reksa dana saham contohnya, rata-rata mengalami penurunan nilai aktiva bersih (NAB) per unit -14,54% sepanjang 2015 yang terefleksi dari penurunan indeks Infovesta Reksa Dana Saham. Pada periode yang sama, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 12,13%.

"Industri reksa dana tidak terlepas dari pasarnya sendiri. Jika pasar bagus, otomatis reksa dana akan memberikan performa yang bagus pula, begitupun sebaliknya," demikian diungkapkan Lilis Setiadi, direktur utama PT Batavia Aset Manajemen.
Tahun 2015, dipaparkan Adrian Panggabean, dirut PT Sucorinvest Asset Management, yang paling buruk performanya adalah aset saham, berikutnya obligasi. Sementara pasar uang mencatat performa yang paling baik. "Pasar mengalami ketidakpastian akibat kebijakan ekonomi global yang terutama dipengaruhi Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Tiongkok. Sementara di dalam negeri, sentimen buruk dipengaruhi situasi politik berbagai isu di kabinet. "Akibatnya, investor banyak yang memilih untuk mengalihkan alokasi investasi dari saham ke obligasi yang lebih rendah risikonya.

Di pasar uang, karena suku bunga (BI Rate) terjaga di kisaran 7,5% untuk menjaga kurs rupiah tidak makin melemah terhadap US$, maka performa produk pasar uang (deposito dan obligasi jangka waktu pendek) tetap bagus. "Ini yang membuat reksa dana pasar uang memberi return positif," tandasnya.

Hebatnya, meskipun indeks reksa dana saham mengalami minus, ada tiga reksa dana saham yang mencatat return positif bahkan relatif tinggi tahun lalu. Reksa dana saham Kharisma Kapital Prima yang dikelola Kharisma Asset Management membukukan pertumbuhan NAB per unit tertinggi mencapai 15,41% pada 2015. Berikutnya, reksa dana saham Pacific Equity Fund yang diterbitkan Pacific Capital Investment mencatat return 5,32%, dan reksa dana Valbury Equity I milik Valbury Capital Management menghasilkan return 1,5%. Selebihnya, reksa dana saham membukukan return negatif, seiring pertumbuhan IHSG yang negatif di tahun Kambing Kayu yang lalu.

Reksa dana pendapatan tetap rata-rata menghasilkan return sebesar 3%. Menariknya, return reksa dana pendapatan tetap lebih banyak ditopang kenaikan harga obligasi korporasi yang rata-rata mencapai 7,07% di tahun 2015, dibandingkan kenaikan harga obligasi pemerintah sebesar 3,91%, berdasarkan perhitungan Indeks Infovesta. Mrs Bond Kresna yang dikelola Kresna Asset Management mencatat return tertinggi di kelompok reksa dana pendapatan tetap sebesar 20,64%. Berikutnya, reksa dana BNI-AM Dana Pendapatan Tetap dan reksa dana CIMB-Principal Bond mencatat kenaikan NAB per unit masing-masing 13,66% dan 13,51%. Kedua reksa dana ini dikelola BNI Asset Management dan CIMB Asset Management.

Meskipun rata-rata return reksa dana campuran mengalami minus 7,07% berdasarkan indeks reksa dana campuran Infovesta, reksa dana campuran Cipta Balance berhasil membukukan return yang spektakuler 50,13%. Reksa dana yang dikelola Ciptadana Asset Management per akhir Desember 2015 mencatat NAB per unit Rp 2.474, naik dibanding akhir tahun 2014 Rp 1.648/unit. Reksa dana campuran lain yang mencatat return tinggi adalah Pacific Balance Fund 24,55% yang dikelola Pacific Capital Investment, dan HPAM Flexi Plus sebesar 14,81%, kelolaan Henan Putihrai Asset Management.

Di kelompok reksa dana pasar uang, reksa dana Sucorinvest Money Market Fund yang dikelola Sucorinvest Asset Management, tercatat membukukan return tertinggi di tahun 2015 sebesar 8,46%, disusul Mega Dana Kas, besutan Mega Capital Investama yang menghasilkan return 7,86% dan Manulife Indonesia Money Market Fund yang dikelola Manulife Asset Management Indonesia sebesar 7,7%. Rata-rata return reksa dana pasar uang berdasarkan indeks reksa dana Infovesta tahun 2015 sebesar 6,44%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon