Reliance Bidik Investor Ritel Lewat Reksa Dana Saham
Jumat, 22 Januari 2016 | 21:52 WIB
Jakarta – PT Reliance Manajer Investasi (RMI) meluncurkan produk reksa dana berbasis saham Reliance Dana Saham (RDS). Perseroan berencana menyasar segmen investor ritel.
Direktur Utama RMI Retno Dewi Hendrastuti mengatakan terutama yang menginginkan imbal hasil (return) lebih tinggi dibandingkan produk eksisting Reliance Cerdas Terencana (RCT) dan Reliance Dana Terencana (RDT). Selain itu, produk RDS juga mengandung risiko seminimal mungkin.
"Dana investor akan dinvestasikan pada saham-saham lintas sektor secara fleksibel, sesuai analisa tim investasi RMI. Saat ini, RDS dialokasikan ke saham sektor defensif seperti barang konsumsi, infrastruktur, dan perbankan," ungkap Retno melalui keterangan resmi yang dirilis Jumat (22/1).
Retno memaparkan, komposisi racikan reksa dana saham ini terdiri dari instrumen saham minimal 80%, sesuai ketentuan yang ditetapkan OJK. RDS akan dikelola oleh tim yang sudah terbukti dan berpengalaman mengelola produk RDT dan RCT yang memiliki kinerja positif di atas rata-rata reksa dana sejenis lainnya pada tahun lalu.
"Setoran pembelian RDS untuk pertama kali sebesar Rp 100 ribu sedangkan untuk pembelian unit reksa dana berikutnya minimal Rp 100 ribu," ungkap dia.
Retno menambahkan perseroan juga sedang memproses penerbitan produk reksa dana saham berbasis syariah dalam waktu dekat, dan produk reksa dana lainnya. Peluncuran reksa dana berbasis saham ini turut mendukung program "Yuk Nabung Saham" yang dicanangkan OJK, BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pada November 2015.
Seperti yang diketahui, produk reksa dana berbasis saham merupakan jenis pertama yang dimiliki RMI. Perseroan telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir November 2015
Sebelumnya, Retno mengemukakan, perseroan berencana meluncurkan 2 produk reksa dana saham tahun ini. Produk tersebut terdiri dari reksa dana saham konvensional dan reksa dana saham berbasis syariah
"Selain itu, perseroan juga sedang memproses penerbitan produk reksa dana saham berbasis syariah dalam waktu dekat," ungkap dia.
Peluncuran produk baru tersebut, jelas Retno, melanjutkan kinerja produk reksa dana RMI yang sepanjang tahun lalu mencatatkan kinerja positif. Produk tersebut yakni Reliance Dana Terencana (RDT) dan Reliance Cerdas Terencana (RCT).
Retno mengungkapkan, RDT yang merupakan produk reksa dana pendapatan tetap (fixed income), memberikan imbal hasil (return) 5,95% sepanjang 2014. Return tersebut melampaui return Infovesta Fixed Income Fund Index pada periode yang sama sebesar 3,00%.
Sedangkan produk reksa dana campuran, yakni RCT memberikan return sebesar 0,54% pada tahun lalu. Return tersebut juga berada jauh di atas return Infovesta Balanced Fund Index yang minus 7,07% pada 201. Return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri pun tercatat minus 12,13% pada akhir tahun lalu.
"Bahkan RCT merupakan salah satu dari 15 reksa dana campuran yang mencatatkan kinerja return positif dari 127 reksa dana campuran pada tahun 2015," ungkap dia.
Sementara itu, dari sisi peringkat menurut Infovesta, Retno mengemukakan, RDT meraih peringkat 30 dari 165 reksa dana sejenis per akhir Desember 2015. Posisi ini meningkat dari posisi yang diraih pada 2014, yakni peringkat 41 dari 149 reksa dana pendapatan tetap.
Sedangkan, peringkat RCT melonjak menjadi peringkat 13 dari 127 reksa dana sejenis per akhir 2015. Peringkat tersebut naik signifikan dari tahun sebelumnya yang bertengger pada peringkat 69 dari 124 reksa dana.
Retno melanjutkan, Infovesta juga memberikan rating ****- dari ***** untuk RDT. Hal tersebut pun mengukuhkan RDT sebagai satu dari 35 reksa dana pendapatan tetap yang mendapat scoring ****- atau lebih baik untuk tahun 2015.
Produk reksa dana perseroan lainnya, RCT bahkan mencetak hasil yang lebih baik dengan rating ****+ dan merupakan salah satu dari 10 reksa dana campuran yang mendapatkan scoring ****+. Dengan kata lain, RCT lebih baik dari 127 reksa dana sejenis.
Menurut retno, positifnya kinerja produk reksa dana perseroan didukung oleh pengelolaan dana yang ditempatkan pada instrumen obligasi jangka pendek. Serta, saham-saham yang defensif dari fluktuasi dan ketidakpastian makro ekonomi, pasar saham domestik maupun global.
"Pengelolaan reksa dana tetap berdasarkan prinsip kehati-hatian dan risiko yang terjaga. Kami berharap reksa dana RCT dan RDT, serta produk reksa dana yang akan kami luncurkan pada tahun ini mampu melanjutkan kinerja yang positif," ungkap dia.
Sebelumnya, induk usaha RMI, Reliance Capital Management (RCM) mendapatkan suntikan dana dari LeapFrog Investments, FMO (Dutch Development Bank). RCM yang juga Induk usaha PT Reliance Securities Tbk (RELI) tersebut berhasil mengantongi dana segar senilai US$ 45 juta atau sekitar Rp 562 miliar dari ketiga perusahaan pengelola dana (private equity fund/PE) tersebut. (riy)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




