Pasca-Bom Thamrin, Lapas Madiun Awasi Ketat Napi Teroris

Sabtu, 23 Januari 2016 | 12:52 WIB
AS
JS
Penulis: Aries Sudiono | Editor: JAS
Ilustrasi Penjara
Ilustrasi Penjara (istimewa/istimewa)

Madiun - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun, Provinsi Jawa Timur, memperketat pengamanan terhadap lima narapidana (napi) teroris yang menghuni tempat itu pascaaksi peledakan bom di Sarinah, Jalan MH THamrin, Jakarta, Rabu (14/1) baru lalu.

Pemantauan dan pengamanan terhadap para napi teroris itu dilakukan petugas jaga (sipir) secara terbuka maupun tertutup selama 24 jam dalam sehari. Kelima napi teroris itu adalah Abdullah Ummamity, William Maksum, Muhammad Agung, Ibnu Kholdun, dan Andi Al Kautsar.

"Pengawasan terhadap narapidana teroris dilakukan baik saat berada di dalam maupun luar ruangan. Pengawasan dan pengamanan ini melibatkan Kepolisian, (Polres Madiun Kota). Pemantauan mereka menjadi fokus kami," ujar Kepala Satuan Pengamanan (Kasatpam) Lapas Madiun, Tjahja Rediantana yang dikonfirmasi SP, Sabtu (23/1).

Lebih lanjut ia mengatakan sistem terbuka dan tertutup itu guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tjahja menjelaskan, peningkatan pengamanan tersebut bertujuan pula untuk menghindari penyebaran paham radikal para napi teroris kepada napi lainnya. "Karenanya, mereka juga kita tempatkan di ruang terpisah, tersendiri dari ruang napi lainnya," katanya.

Kelima narapidana teroris tersebut ditempatkan di Blok D yang berada di bagian paling belakang lapas. Blok tersebut memang khusus untuk penempatan narapidana teroris.

Ibnu Kholdun dan Andi Al Kautsar merupakan napi kasus teroris Poso yang pindah ke Lapas Madiun pada 17 September 2015. Abdullah Ummamity merupakan napi teroris pindahan dari Lapas Porong, Sidoarjo pada 11 September 2015. Sedangkan napi William Maksum dan Muhammad Agung merupakan napi teroris pindahan dari Lapas Lowokwaru, Kota Malang pada Agustus 2015 lalu.

"Untuk pengamanan dan pengawasan ini  kami sengaja minta bantuan Polres Madiun Kota, utamanya pada saat patroli baik di dalam maupun luar lapas," ujar Tjahja Rediantana lagi.

Sebelumnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Anton Setiadji yang berkunjung ke Lapas Madiun, Senin (18/1) yang lalu menyatakan, bahwa pihaknya intensif memantau pergerakan jaringan teroris yang meresahkan masyarakat, baik napi teroris maupun mereka yang belum dapat ditangkap.

"Kami terus memantau kemungkinan adanya jaringan teroris yang ada di Jatim. Tidak hanya mereka yang di luar, tetapi juga yang ada di dalam lapas. Semua diawasi intensif agar kemungkinan pergerakan mereka dapat diketahui dan diantisipasi," ujar Anton .

Untuk kegiatan pengawasan dan pemantauan itu mantan Kapolwil Madiun itu meminta semua jajaran di polres dan polsek se-Jatim wajib mengetahui gerakan dan komunikasi para personel yang disinyalir terkait dengan kegiatan terorisme.

"Kalau napi teroris yang ada di dalam lapas, tentunya kita melibatkan peran serta aktif dari para petugas lapas atau sipir yang ada. Kami sudah koordinasikan, dan itu kami jalin terus-menerus secara intensif," tandas Anton Setiadji.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon