Mandiri Terbitkan Reksa Dana Syariah Tahun Ini
Minggu, 24 Januari 2016 | 18:18 WIB
Jakarta – PT Mandiri Manajer Investasi (MMI), anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), berencana menerbitkan reksa dana berbasis efek luar negeri (offshore) tahun ini. MMI memilih penerbitan produk reksa dana syariah, karena memiliki potensi yang besar.
Presiden Direktur MMI Muhammad Hanif mengatakan, pihaknya telah mengajukan perizinan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menerbitkan produk reksa dana syariah tersebut. Menurut dia, beberapa manajer investasi juga telah mengajukan izin produk yang sama ke OJK.
"Kita sudah submit ke OJK. Kita sendiri sedang menjajaki, mudah-mudahan ada progres, walaupun kita belum tahu bisa diterbitkan pada kuartal I atau kuartal-kuartal selanjutnya," kata Hanif di Jakarta, baru-baru ini.
Hanif menjelaskan, rencana penerbitan produk reksa dana offshore baru tersebut merupakan diversifikasi yang bagus bagi investor. Sebelumnya, perseroan sudah mengelola reksa dana saham yang 15% portofolio asetnya di luar negeri.
Menurut dia, MMI merupakan manajer investasi pertama di Indonesia yang memiliki produk reksa dana saham, yang sebagian aset portofolionya di luar negeri. Hal itu menunjukkan perseroan memiliki kepercayaan diri dalam mengembangkan produk reksa dana berbasis efek luar negeri. "Karena AUM kita tumbuh cukup bagus untuk produk itu," tutur dia.
MMI akan menggunakan jasa konsultan untuk memilih efek di luar negeri. MMI mengakui bahwa mereka tidak memiliki keahlian khusus di luar negeri. Sebagai manajer investasi, perseroan hanya menerbitkan produk reksa dana efek saham. MMI memiliki beberapa opsi negara untuk tujuan aset efek saham reksa dana syariah terbarunya. Beberapa opsi negara tujuan investasi perseroan adalah Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Jerman.
Tahun ini, MMI menargetkan dana kelolaan (asset under management/AUM) tumbuh 30% dibandingkan akhir tahun lalu. Per 31 Desember 2015, total AUM perseroan tercatat sebesar Rp 28,2 triliun. Hingga pekan lalu, AUM perseroan bertambah Rp 300 miliar menjadi Rp 28,5 triliun. Setiap tahun, MMI rata-rata menerbitkan produk reksa dana terproteksi sebanyak 10-12 produk. Manajer investasi itu juga menargetkan peningkatan AUM equity fund sebesar 25% tahun ini.
Sebelumnya, PT CIMB Principal Asset Management jugat bakal menerbitkan reksa dana syariah offshore tahun ini. Perseroan berencana menerbitkan produk tersebut pada kuartal I-2015. Nantinya, produk tersebut akan menempatkan dananya di pasar saham di 10 negara.
Beberapa negara tujuan untuk portofolio aset produk syariah perseroan adalah Malaysia, Hong Kong, Thailand, Tiongkok, Filipina, Korea Selatan, Filipina, dan Singapura. CIMB menargetkan dana kelolaan (asset under management/ AUM) dari produk tersebut sebesar Rp 150-200 miliar pada tahun pertama.
CIMB mengambil kesempatan menerbitkan reksa dana syariah offshore, karena keterbatasan aset portofolio di Indonesia. Pasar luar negeri perseroan untuk produk baru tersebut adalah kawasan Asia Pasifik. Selama ini, manajer investasi mengambil semua risiko di pasar modal Indonesia. Akibatnya, saat pasar Indonesia turun, manajer investasi tidak bisa mengurangi risiko penurunan AUM.
Jumlah dana minimal yang disetorkan untuk produk reksa dana syariah offshore tersebut sebesar US$ 10.000, sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pihaknya menyasar nasabah ritel menengah ke atas dan korporasi untuk produk tersebut. (fik)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




