Harga Surat Utang Lanjutkan Penguatan
Minggu, 24 Januari 2016 | 21:44 WIB
Jakarta – Harga surat utang pekan ini diprediksi masih melanjutkan kenaikan. Sebab, pelaku pasar bakal kembali melanjutkan aksi beli dengan memanfaatkan rebound pasar obligasi global.
Pasar surat utang menguat, setelah pasar menyambut positif kenaikan harga minyak mentah dunia, yang merespons pidato ECB yang masih mempertahankan kebijakan stimulus untuk membantu memulihkan perekonomian zona euro.
"Di sisi lain, sentimen tersebut secara tidak langsung berimbas positif pada pelemahan laju dolar AS dan kenaikan laju rupiah serta berdampak positif juga ke pasar obligasi," jelas Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (24/1).
Pada obligasi pemerintah, menurut Reza, laju yield dari tenor pendek tercatat turun lebih besar dibandingkan seri tenor lainnya. Untuk surat utang bertenor pendek (1-4 tahun), rata-rata turun 12,35 bps, tenor menengah (5-7 tahun) turun sebesar 6,28 bps, dan panjang (8-30 tahun) turun 3,23 bps.
Pada Jumat (22/1), rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,49 bps pada level 106,56 dibandingkan hari sebelumnya pada level 106,04. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,20 bps pada level 104,12 dibandingkan hari sebelumnya pada level 103,92.
Sementara itu, pada laju obligasi korporasi, laju yield kembali variatif cenderung turun tipis seiring mulai adanya aksi beli. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana yield untuk tenor 9-10 tahun turun ke kisaran 10,48-10,5%. Pada obligasi korporasi dengan rating AA bertenor 9-10 tahun, yield-nya ke level 11,05-11,10%. Untuk yield pada rating A bertenor 9-10 tahun di kisaran 12,3-12,33% dan pada rating BBB di kisaran 14,55-14,57%.
"Kami masih berharap penguatan dapat berlanjut, terutama jika laju rupiah dapat bertahan positif, seiring dengan laju harga minyak yang masih naik dan membuat dolar AS melemah. Namun demikian, perlu juga diwaspadai jika sentimen yang ada kurang mendukung, maka akan muncul peluang pembalikan arah melemah," ujar Reza.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




