DISELENGGARAKAN 4 HARI

Pesta Reksa Dana 2016 Bidik 2.000 Investor Baru

Senin, 25 Januari 2016 | 23:25 WIB
MF
B
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry | Editor: B1
Diskusi pekan Reksa Dana
Diskusi pekan Reksa Dana (Beritasatu.com/Yosi Winosa)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik 2.000 investor baru masuk pasar modal lewat reksa dana, dalam ajang Pesta Reksa Dana 27-30 Januari 2016. Saat ini, jumlah investor reksa dana baru sekitar 250 ribu dan diharapkan meningkat jadi 5 juta pada 2017.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 23 Desember 2015, ada 1.083 produk reksa dana yang terdaftar di OJK dengan total Nilai Aktiva Bersih (NAB) Rp 268,44 triliun dan 181,94 miliar unit penyertaan dari 15 jenis reksa dana. Jumlah tersebut naik dibandingkan akhir 2014 dengan 894 produk reksa dana dan NAB Rp 241,57 triliun dari 142,72 miliar unit penyertaan.

"BEI berharap Pesta Reksa Dana 2016 menarik 4.000 pengunjung, dengan sekitar 50% atau sebanyak 2.000 orang bisa menjadi investor baru yang masuk pasar modal. Pengunjung bisa berinteraksi dan bisa membeli reksa
dana secara langsung," kata Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan di Jakarta, Senin (25/1).

Pesta Reksa Dana 2016 diselenggarakan oleh PT BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI). Acara yang akan diselenggarakan di Lobby dan Main Hall Gedung BEI ini juga didukung oleh OJK.

Pesta Reksa Dana 2016, lanjut Nicky, bertujuan untuk meningkatkan jumlah investor yang berinvestasi reksa dana di Indonesia. Dalam acara itu, masyarakat dapat membuka rekening reksa dana on the spot.

"Acara ini juga sebagai sarana meningkatkan edukasi pasar modal secara langsung kepada masyarakat dan meningkatkan utilitas produk pasar modal. Pemahaman yang terus disosialisasikan kepada masyarakat adalah investasi di pasar modal itu mudah, terencana, dan murah. Saat ini, masih banyak masyarakat menilai investasi di pasar modal merupakan hal yang rumit, berisiko, dan mahal," paparnya.

Pameran yang mengangkat tema Yuk Nabung Reksa Dana itu diharapkan mendorong peningkatan aktivitas perdagangan dan menambah jumlah pemodal di pasar modal domestik. Tema ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye nasional Yuk Nabung Saham dan mengubah paradigma masyarakat dari menabung menjadi berinvestasi.

"Bursa ingin nantinya terjadi perubahan konsep masyarakat Indonesia, dari menyimpan dana lebih mereka di perbankan menjadi investment society. Kami juga akan menggandeng manajer investasi dalam meningkatkan intensitas edukasi dan sosialisasi terkait investasi di reksa dana," ucap Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat.

Lebih lanjut Samsul menjelaskan, bursa akan membangun awareness terhadap reksa dana. Investasi reksa dana ini bisa menjadi pintu masuk bagi calon investor untuk menempatkan modalnya di instrumen saham dan obligasi.

"Apalagi, keuntungan reksa dana tidak lebih kecil dari saham atau obligasi. Ini tergantung pilihan yang ada. Sedangkan risiko bisa lebih kecil dari equity atau surat utang, tergantung pilihannya. Reksa dana sebagai pilihan awal ini akan berkembang. Kalau menjadi paham dan menikmati, investor akan ekspansi ke equity," tutur Samsul.

Anggota Kompartemen APRDI Rudianto mengatakan, langkah otoritas bursa mengadakan pesta reksa dana sangat positif terhadap industri. Industri reksa dana ini merupakan bagian dari industri pasar modal, sehingga otoritas bursa juga harus meningkatkan sosialisasi produk reksa dana kepada masyarakat.

"Selama ini, kegiatan bursa fokus ke sekuritas. Namun, pesta reksa dana sekarang khusus mengangkat industri reksa dana," tutur dia.

Dia berharap kegiatan tersebut dilakukan secara simultan. Pasalnya, apabila hanya dilakukan sesekali tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perkembangan industri reksa dana.

Sementara itu, Ketua APRDI Denny R Thaher mengatakan sebelumnya, jumlah investor reksa dana saat ini baru sekitar 250 ribu nasabah. "Jadi, ada tantangan berat untuk mencapai target 5 juta investor reksa dana pada 2017. Ini banyak hal yang mesti kita benahi," ujarnya.

Return Reksa Dana Saham
Pada kesempatan terpisah, analis PT Infovesta Utama Beben Feri Wibowo memperkirakan, rata-rata tingkat pengembalian investasi (return) reksa dana saham tahun ini diproyeksikan mencapai 11,3-14,8%, jauh lebih baik dibandingkan realisasi tahun lalu yang minus 14,5%. Proyeksi tersebut juga melampaui prediksi pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun 2016 sebesar 10,9-14,2%.

Kenaikan harga saham itu akan ditopang oleh membaiknya perekonomian nasional, seiring gencarnya pembangunan infrastruktur. Pertumbuhan ekonomi diproyeksikan membaik dari sekitar 4,73% tahun 2015 menjadi 5,3% tahun ini.

"Return reksa dana saham tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan reksa dana campuran dan reksa dana pendapatan tetap (fixed income). Reksa dana saham memang memiliki potensi return lebih tinggi, kan investasi itu high risk high return," kata Beben kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

Beben menjelaskan, proyek pembangunan infrastruktur yang kini sudah dimulai di awal tahun akan menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi, karena program pemerintah itu memiliki multiplier effect. Kebijakan pemerintah yang lain juga dapat menggerakkan sektor riil dan daya beli masyarakat, seperti penurunan harga BBM lanjutan. "Penurunan lanjutan BI rate juga positif," imbuhnya.

Industri reksa dana, lanjut dia, bakal tumbuh mengikuti pasar saham dan surat utang negara (SUN). Tahun ini, pasar SUN juga akan lebih bergairah, dengan indikator Indonesia government bond index diperkirakan tumbuh 7,2-8%.

"Saya memperkirakan, return reksa dana saham – dengan indikator Infovesta equity fund index – akan tumbuh sebesar 11,3-14,8%. Return reksa dana campuran juga cukup baik, dengan indikator Infovesta balanced fund index diproyeksikan tumbuh 9,4-11,6%," ungkap dia.

Adapun proyeksi return reksa dana fixed income tahun ini lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebesar 3%. Berdasarkan indikator Infovesta Utama, pertumbuhan return reksa dana fixed income ini terefleksi dalam Infovesta fixed income fund index.

"Penguatan itu sejalan dengan pertumbuhan indeks surat utang negara dan indeks obligasi korporasi masing-masing sebesar 3,9% dan 7%. Tahun ini, reksa dana pendapatan tetap – dengan indikator Infovesta fixed income fund index – diperkirakan tumbuh 7-7,7%," imbuhnya.

Untuk kinerja reksa dana pasar uang, Direktur PT MNC Asset Management Suwito Haryatno mengatakan, bakal dipengaruhi oleh sentimen penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Pada 14 Januari lalu, Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 7,25%.

Bila BI menurunkan kembali suku bunga acuan, ada peluang suku bunga deposito menurun sehingga return reksa dana pasar uang cenderung turun sedikit atau stagnan dibanding tahun lalu. "Tahun lalu, return reksa dana pasar uang mencapai 7%. Tahun ini, jika suku bunga deposito turun, return kemungkinan sekitar 6,5%," tutur dia. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon