Foto Jurnalistik dan Film Pendek Indonesia di Grid Biennale 2012

Kamis, 1 Maret 2012 | 09:59 WIB
AK
B
Penulis: Antara/Teddy Kurniawan | Editor: B1
Grid Foto Festival
Grid Foto Festival (www.gridphotofestival.com)
Komite GRID Biennale 2012 mengapresiasi karya fotografi jurnalistik dan film pendek Indonesia yang akan diikutsertakan pada festival foto dan visual art yang akan berlangsung Mei-Juni mendatang di Amsterdam, Belanda.

Kekaguman akan karya fotografi jurnalistik Indonesia dikemukakan Managing Director GRID Biennale 2012, Hans Peter Schoonenberg kepada delegasi Indonesia yang dipimpin Kepala Fungsi Penerangan dan Kebudayaan KBRI Den Haag Bonifatius Herindra di Amsterdam, Belanda, Rabu (29/2) waktu setempat.

KBRI Den Haag pada kesempatan itu memastikan keikutsertaan Indonesia sekaligus menyerahkan sejumlah buku berisi sekitar seratus foto jurnalistik hasil karya wartawan foto kantor berita ANTARA untuk dikutsertakan dalam festival dua tahunan di Amsterdam tersebut.

Schoonenberg yang didampingi sejumlah manajer pelaksana kegiatan GRID Biennal menyatakan, pesan yang disampaikan Indonesia melalui karya-karya foto jurnalistik yang bercerita tentang kehidupan, masyarakat urban dan lingkungannya bisa menjadi pesan yang kuat bagi dunia internasional akan persoalan masyarakat global seperti yang banyak dihadapi saat ini.

"Foto-foto ini cukup jelas menceritakan persoalan yang dihadapi dunia global walau mengambil contoh hanya di Indonesia. Persoalan di kota-kota besar dengan masyarakatnya selalu memiliki sisi kontras sehingga menjadi pesan yang kuat bagi negara manapun yang mengalaminya," kata Schoonenberg.

Sementara itu, Bonifatius Herindra menyampaikan keyakinannya bahwa karya fotografi Indonesia akan memberikan pemahaman baru tentang perkembangan foto jurnalistik Indonesia serta perannya dalam mengangkat persoalan kemasyarakatan secara unik mengingat acap kali terabaikan di tengah perubahan yang sangat dinamis, kompleks dan penuh persaingan.

"Ini seperti berbagi aspirasi dari Indonesia kepada dunia. Dinamika kehidupan urban senantiasa mengingatkan pentingnya kearifan warganya dalam melakukan interaksi dengan sesama dan lingkungannya, pada saat kenyamanan dan kesejahteraan menjadi harapan bersama," kata Bonifatius.

Anggota delegasi Indonesia lainnya adalah Hermanus Prihatna dan Benny S Butarbutar turut menjelaskan mengenai pesan setiap contoh dari foto-foto dan film yang diserahkan ke pihak panitia Biennal. Delegasi Indonesia bahkan terlibat pembicaraan teknis seperti jumlah foto, proses seleksi dan bentuk serta lokas yang akan dipilih.

"Kami memperkirakan akan membawa sekitar seratus foto dan dua film pendek untuk ditampilkan di festival yang cukup bergengsi ini. Kami juga senang karena pihak panitia begitu kooperatif untuk memberikan lokasi utama bagi karya-karya Indonesia. Jadi kami harus betul-betul mempersiapkan karya-karya berkelas Internasional," kata Kepala Divisi Pemberitaan Foto itu.

Festival GRID Biennale pertamakali dilangsungkan tahun 2002 bertempat di Amsterdam dengan jumlah pengunjung yang umumnya mencapai ratusan ribu orang. Pada tahun 2010 tercatat sebanyak 400.000 orang datang dari manca negara untuk menyaksikan festival tersebut.

Besarnya pengunjung dan minat negara-negara lain seperti dari Asia dan Afrika membuat pihak penyelenggara memperluas areal pameran ke sejumlah kota di sekitar Amsterdam pada tahun-tahun berikut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon