Kereta Cepat Bakal Gusur Lanud Halim, DPR Panggil TNI

Rabu, 27 Januari 2016 | 21:07 WIB
CP
YD
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: YUD
Presiden Joko Widodo menyaksikan maket kereta api cepat Jakarta-Banduung, Kamis 21 Januari 2016.
Presiden Joko Widodo menyaksikan maket kereta api cepat Jakarta-Banduung, Kamis 21 Januari 2016. (SP/Adi Marsiela)

Jakarta – Proyek kereta cepat Jakarta – Bandung dikabarkan bakal menggusur sekitar kompleks strategis lapangan udara (Lanud) Halim Perdanakusuma Jakarta. Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengaku terkejut dengan kabar itu. Karena itu, Komisi I berencana meminta penjelasan kepada pihak tertentu terkait hal tersebut.

"Pertama kita ingin dengar dari TNI, sebagai penguasa dari Halim itu, punya pertimbangan atau keberatan terhadap proyek itu atau tidak? Kalau ada tentu itu harus didengarkan pemerintah, selaku pembawa investor dan penyelenggara proyek kereta cepat," kata Hanafi, Rabu (27/1).

Dia menyatakan, jangan sampai Kementerian BUMN atau Kementerian Perhubungan menjalankan proyek ini, tapi sektor lain seperti TNI malah protes. "Ini tidak bagus untuk pesan ke dunia bisnis investasi, bahwa ada ketidaksinkronan sendiri diantara pemerintah. Sebaiknya diselesaikan dulu sebelum muncul masalah baru," tukasnya.

Sejauh ini, menurutnya, belum ada pemberitahuan ke Komisi I terkait proyek kereta cepat yang akan melalui Lanud Halim. "Belum ada, makanya ingin kita dengar cetak birunya seperti apa. Ke TNI dan Kementerian BUMN, agar kita tahu, dan disampaikan ke publik," ujar politikus Partai Amanat Nasional ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon