Tangkal Gerakan Radikal, MUI Palu Minta Pemerintah Tingkatkan Pembinaan Keagamaan
Jumat, 29 Januari 2016 | 13:24 WIB
Palu - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palu meningkatkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat dalam rangka menangkal tumbuhnya gerakan radikal di wilayah itu.
"Pemkot Palu harus tingkatkan pembinaan keagamaan kepada masyarakat sebagai upaya menangkal tumbuh dan berkembangnya gerakan-gerakan radikal," kata Ketua MUI Kota Palu, Zainal Abidin, Jumat (29/1).
Dia mengemukakan, pembinaan itu dapat dilakukan ke semua sekolah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat, dengan menyusun model-model pembelajaran yang tidak menyimpang dari ajaran agama dan disesuaikan dengan kondisi budaya setempat.
Zainal Abidin yang juga Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu itu melanjutkan, dengan model pembelajaran tersebut, gerakan-gerakan radikal yang muncul dapat ditangkal keberadaannya.
"Hal itu tentunya tidak hanya diberlakukan bagi umat muslim saja, namun juga harus diberikan pemahaman anti kekerasan kepada penganut Agama Kristen, Hindu, Katholik, Konghucu dan Budha," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Palu, Abdul Khair mengatakan, pihaknya terus melakukan pembinaan yang berdampak pada peningkatan pemahanan keagamaan masyarakat.
Menurutnya, pembinaan dan peningkatan pengetahuan agama masyarakat, telah dilakukan melalui program kembali ke rumah ibadah, yang dicanangkan oleh mantan Wali Kota Palu, Rusdy Mastura.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




