Basuki Akan Sediakan Rusun Bagi Eks Gafatar

Jumat, 29 Januari 2016 | 17:43 WIB
LT
YD
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: YUD
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kemungkinan besar akan memberikan fasilitas rumah susun (rusun) kepada warga DKI eks Gafatar. Namun, mereka akan diberikan rusun tersebar, tidak terkonsentrasi menjadi satu tempat.

"Kalau ada rusun, kita mungkin akan sediakan rusun untuk mereka. Tidak bisa kelompok ya. Nanti kayak film the Raid Lagi. Satu kelompok, susah lagi," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (29/1).

Pemberian rusun tersebut ditujukan kepada warga DKI eks Gafatar yang tidak mempunyai rumah lagi. Karena mereka sudah menjual semua harta bendanya sebelum mengikuti kegiatan ormas Gafatar ini di Kalimantan Barat.

Untuk sewa rusun, lanjutnya, tetap diberlakukan harga yang sama dengan warga DKI lainnya yang sudah menjadi penghuni rusun. Mereka juga bisa menikmati fasilitas yang sama, seperti naik bus tidak bayar.

"Ya normal saja. Sebetulnya, nggak sewa lho. DKI itu nggak pernah menyewakan. Kamu cuma bayar Rp 5.000, kalau pake lift, ya Rp 15.000 per hari. Anak-anak dapat KJP. Naik bus nggak bayar. Sama saja kita yang nombokin kamu tinggal dirusun," terangnya.

Kendati demikian, Basuki menegaskan Pemprov DKI akan lebih mengutamakan mengembalikan warga DKI eks Gafatar ke keluarga atau kerabatnya terdekat terlebih dahulu. Dan bila KTP mereka hilang, maka Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) akan membantu pembuatan KTP mereka.

"Kita utamakan dipulangkan ke saudaranya terlebih dahulu. Kalau KTP hilang, kan kita punya data. Toh nasional juga punya data. KTP kita, Nomor Induk Kependudukan (NIK) kan berlaku sama. Tinggal alamatnya saja," ujarnya.

Bila warga eks Gafatar tidak memiliki keluarga dan rumah kembali, Pemprov juga akan menawarkan mereka untuk ikut program transmigrasi. Setiap tahunnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta mengirimkan minimal 100 orang untuk ikut program transmigrasi ke luar daerah.

"Kalau mereka tidak mau tinggal di Jakarta, ya bisa ikut program transmigrasi," tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Sosial DKI Jakarta, hingga saat ini, jumlah warga DKI Jakarta eks Gafatar mencapai 158 orang. Mereka sudah dimasukkan ke panti sosial milik Dinas Sosial DKI untuk diberikan pembinaan sebelum dipulangkan kerumah masing-masing.

Sementara itu, DKI Jakarta juga diminta memberikan tempat penampungan bagi 1.535 orang eks Gafatar yang dipulangkan dari Kalimantan Barat. Sampai sejauh ini, masih didata berapa warga DKI dalam rombongan eks Gafatar di gelombang kedua dan ketiga ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon