Menhan Kunjungi Kontingen Garuda di Lebanon

Minggu, 31 Januari 2016 | 13:32 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberi pidato sambutan di acara Silahturahmi Menteri Pertahanan dengan Forum Pemimpin Redaksi di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kementrian Pertahanan RI, Jakarta, 10 Desember 2015.
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memberi pidato sambutan di acara Silahturahmi Menteri Pertahanan dengan Forum Pemimpin Redaksi di Auditorium Bhinneka Tunggal Ika, Kementrian Pertahanan RI, Jakarta, 10 Desember 2015. (BeritaSatu Photo/Emral Firdiansyah)

Jakarta- Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengunjungi area operasi Kontingen Garuda UNIFIL di Lebanon Selatan, pekan lalu. Kunjungan itu dalam rangka melihat secara langsung kegiatan prajurit TNI yang bergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon.

Ryamizard datang didampingi duta besar (Dubes) Indonesia untuk Lebanon Achmad Chozin Chumaidy.

Dalam keterangan pers yang diterima SP, Minggu (31/1) menyebutkan, Ryamizard dan rombongan disambut Force Commander/Head of Mission (HoM) UNIFIL, Mayjen Luciano Portolano. Setelah itu, Ryamizard didampingi Komandan Kontingen Garuda 2015-2016, Kolonel Kav Jala Argananto terbang menggunakan Heli MI8 UNIFIL menuju Markas Satgas Indobatt di UN Pos 7-1 Adchid Al Qusayr Sector East. Di sana, pasukan Indonesia bermarkas dan menjalankan tugas.

Selama perjalanan, Ryamizard melaksanakan Helly Recce atau pemantauan secara langsung daerah operasi UNIFIL melalui udara di wilayah Lebanon Selatan.

Tiba di Indobatt, Ryamizard disambut Dansatgas Letkol Inf Dwi Sasongko dan prajurit garuda lainnya. Selanjutnya diadakan tatap muka dengan prajurit Garuda yang berasal dari 8 Satgas (FHQSU, Indobatt, SEMPU, FPC, MCOU, CIMIC, Kesehatan, dan para Perwira Staff UNIFIL HQ).

Ryamizard menekankan pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di daerah Lebanon untuk terus meningkatkan profesionalisme. Pengiriman pasukan pemeliharaan merupakan dukungan Indonesia terhadap perdamaian dunia yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945.

"Prajurit Indonesia bukan hanya pandai berperang dan bertempur, namun juga prajurit yang pandai memelihara perdamaian dan melaksanakan misi PBB," kata Ryamizard.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon