Habib Lakukan Pelecehan, 11 Korban Tes Psikologi
Kamis, 1 Maret 2012 | 18:15 WIB
Berdasarkan bukti dari BBM dan Facebook, Habib mengajak korban melakukan tindakan asusila.
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menggandeng Departemen Sosial akan memeriksaan kondisi psikologi 11 korban dugaan pelecehan Habib H, pekan depan. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan terkait pelaporan para korban.
"Saya belum bisa memastikan kapan waktunya, mungkin minggu depan. Sebelumnya diagendakan di Polda Metro Jaya, tapi dipindah ke Depsos," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, hari ini.
Dikatakan Rikwanto, pihaknya berharap Depsos bisa secepatnya menggelar pemeriksaan psikologis agar proses pemeriksaan selanjutnya bisa dijalankan.
"Kami berharap tes psikologi ini bisa secepatnya dilakukan, supaya proses pemeriksaan selanjutnya bisa dilakukan," tambahnya.
Menyoal proses pemeriksaan yang terkesan lamban, anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Guntur Fattahillah yang mendampingi korban membantah hal itu. Ia menjelaskan, kasus menjadi lama karena korban dan saksi terus bertambah.
"Sampai saat ini kami menganggap polisi tidak lambat, karena saksinya memang banyak. Bahkan, makin bertambah terus. Tapi, sebagian besar korban malu mengungkap atau termakan doktrin Habib H sehingga tidak mau melapor. Kalau dihitung kemungkinan jumlahnya ratusan," terangnya, Selasa (28/2).
Guntur menegaskan pihaknya yakin kasus ini akan naik ke pengadilan. Pasalnya selain saksi, bukti-bukti yang menguatkan juga ada.
"Keterangan masih dikumpulkan dulu oleh polisi. Kalau sudah lengkap, Habib bisa dipanggil. Insya Allah, kami yakin kasus tetap akan naik ke pengadilan. Soalnya selain saksi kami punya bukti BBM (Blackberry Messager) dan Facebook. Isinya mengajak tindakan asusila. Ada di inbox dan di dinding Facebook," tandasnya.
Habib H dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pelecehan dengan nomor laporan polisi LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit.Reskrimum, 16 Desember 2011 lalu. Kepolisian sudah memeriksa 11 saksi terkait pelaporan itu.
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menggandeng Departemen Sosial akan memeriksaan kondisi psikologi 11 korban dugaan pelecehan Habib H, pekan depan. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan terkait pelaporan para korban.
"Saya belum bisa memastikan kapan waktunya, mungkin minggu depan. Sebelumnya diagendakan di Polda Metro Jaya, tapi dipindah ke Depsos," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, hari ini.
Dikatakan Rikwanto, pihaknya berharap Depsos bisa secepatnya menggelar pemeriksaan psikologis agar proses pemeriksaan selanjutnya bisa dijalankan.
"Kami berharap tes psikologi ini bisa secepatnya dilakukan, supaya proses pemeriksaan selanjutnya bisa dilakukan," tambahnya.
Menyoal proses pemeriksaan yang terkesan lamban, anggota Tim Pengacara Muslim (TPM) Guntur Fattahillah yang mendampingi korban membantah hal itu. Ia menjelaskan, kasus menjadi lama karena korban dan saksi terus bertambah.
"Sampai saat ini kami menganggap polisi tidak lambat, karena saksinya memang banyak. Bahkan, makin bertambah terus. Tapi, sebagian besar korban malu mengungkap atau termakan doktrin Habib H sehingga tidak mau melapor. Kalau dihitung kemungkinan jumlahnya ratusan," terangnya, Selasa (28/2).
Guntur menegaskan pihaknya yakin kasus ini akan naik ke pengadilan. Pasalnya selain saksi, bukti-bukti yang menguatkan juga ada.
"Keterangan masih dikumpulkan dulu oleh polisi. Kalau sudah lengkap, Habib bisa dipanggil. Insya Allah, kami yakin kasus tetap akan naik ke pengadilan. Soalnya selain saksi kami punya bukti BBM (Blackberry Messager) dan Facebook. Isinya mengajak tindakan asusila. Ada di inbox dan di dinding Facebook," tandasnya.
Habib H dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pelecehan dengan nomor laporan polisi LP/4432/XII/2011/PMJ/Dit.Reskrimum, 16 Desember 2011 lalu. Kepolisian sudah memeriksa 11 saksi terkait pelaporan itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




