Senior JI Sebut Teror Thamrin Tak Jelas dan Bukan Jihad

Minggu, 31 Januari 2016 | 19:40 WIB
FA
IC
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: CAH
Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dikerahkan dan langsung bergerak dalam insiden peledakan bom dan penembakan di Plaza Sarinah, kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (14/1) siang.
Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersenjata lengkap dikerahkan dan langsung bergerak dalam insiden peledakan bom dan penembakan di Plaza Sarinah, kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (14/1) siang. (Istimewa)

Bekasi - Serangan bom dan penembakan membabi buta di Thamrin pada 14 Januari lalu yang menewaskan delapan orang, termasuk empat pelakunya dan melukai 27 orang lain disebut bukan operasi jihad.

Itulah pendapat senior Jamaah Islamiah (JI) Imron Baehaqi alias Mustofa alias Abu Tholut. Hal itu disampaikan dalam pengajian bertema "Islam Memandang Fenomena Klaim Khilafah" di Islamic Center, Bekasi, Minggu (31/1).

Turut hadir sebagai pembicara adalah wakil amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Jibriel dan mantan napi kasus terorisme pelatihan paramiliter di Aceh yang juga desertir Brimob Sofyan Tsauri.

"Itu termasuk suatu operasi dari segi militer. Tapi motivasi dan tujuannya apa? Semua yang mengetahui ilmu militer itu bukanlah penyerangan berkualitas. Sekadar aksi-aksi penuh keteledoran," kata Tholut.

Menurut Tholut, yang konsisten mengkritik Islamic State (IS) dan pendukungnya itu, "dalam aksi di Thamrin itu apa yang mau diserang, tidak mengubah apa-apa. Apa yang diperjuangkan gak jelas. Apa yang diraih dari membunuh (masyarakat sipil) Rico dan Sugito itu?"

Tholut yang kini sedang menikmati masa pembebasan bersyarat setelah menjalani masa pemidanaan dalam kasus latihan paramiliter di Aceh itu, menggarisbawahi bila klaim IS selalu ngawur.

"Mereka klaim (dalam aksi Thamrin) ada 15 orang Nasrani dibunuh? Faktanya mana? Gak ada. Dari segi aturan menyimpang tidak sesuai aturan jihad yang benar," bebernya.

Hal ini bisa terjadi, salah satu sebabnya, karena menurutnya pengikut IS hanyalah orang-orang awam yang karena kebodohannya tertarik untuk bergabung dengan organisasi bentukan Abu Bakar Al-Bahgdadi itu.

"Ada sejumlah orang yang balik dari Suriah ternyata negara IS itu hanya negara yang mudah membunuh orang. Akhirnya banyak yang kabur. IS ini hanya pintar mencitrakan diri. Mereka tidak layak disebut khilafah," imbuhnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon