Logindo Restrukturisasi Utang Hingga US$ 15 Juta

Minggu, 31 Januari 2016 | 22:02 WIB
MS
B
Penulis: Muhamad Edy Sofyan | Editor: B1

Jakarta - PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) berencana merestrukturisasi utang senilai US$ 12-15 juta. Restrukturisasi ini ditargetkan rampung pada semester I-2016.

Chief Financial Officer & Corporate Secretary Logindo Sundap Carulli mengatakan, perseroan sedang menyusun skema restrukturisasi utang tersebut. "Restrukturisasi bertujuan untuk memprebaiki cashflow dan keuangan perusahaan ke depan," jelasnya kepada Investor Daily di Jakarta, pekan lalu.

Berdasarkan laporan perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terungkap bahwa total utang jatuh tempo tahun ini mencapai US$ 49,14 juta. Utang ini terdiri atas utang dalam negeri sebesar US$ 18,82 juta dan utang luar negeri US$ 30,32 juta.

Hingga kini, perseroan telah mengantongi kontrak berjalan sekitar US$ 125 juta. Perseroan belum bisa menentukan berapa target kontrak baru tahun ini, seiring sentimen berlanjutnya penurunan harga minyak global.

Sundap sebelumnya mengatakan, Logindo akan memfokuskan peningkatan utilisasi penggunaan kapal tahun 2016. Tingkat utilisasi ditargetkan bertumbuh di atas realisasi 50% sepanjang 2015 atau diharapkan mendekati pencapaian tahun 2014 sebesar 77%.

Dia mengatakan, peningkatan utilisasi kapal akan diterapkan dengan menggarap proyek-proyek pengangkutan minyak dan gas (migas) berdurasi jangka pendek. Selama ini, perseroan fokus menggarap proyek migas lepas pantai berjangka panjang saja.

"Kami mengerjakan kontrak-kontrak pendek ini untuk menjaga utilitas kapal dan tidak idle, seiring anjloknya harga minyak global. Kontrak-kontrak pendek ini bisa berkontribusi sekitar 20% dari total pendapatan," jelasnya.


Selama harga minyak turun, dia berharap, pemerintah meningkatkan daya tarik industri migas Indonesia dengan eksplorasi dan pengeboran. Hal ini diharapkan berdampak positif terhadap seluruh industri pengangkutan, seperti perseroan.
"Kami juga berharap pemerintah untuk memberikan insentif bagi perusahaan yang bergerak di sektor jasa pendukung kegiatan lepas pantai, selama harga minyak turun," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon