‎Kasus Penjualan Ginjal, Polisi Fokus Periksa Saksi Ahli

Senin, 1 Februari 2016 | 20:08 WIB
FA
JS
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: JAS
Ilustrasi ginjal
Ilustrasi ginjal (istimewa/Istimewa)

Jakarta - Bareskrim Polri terus menelusuri jumlah korban dalam kasus sindikat penjualan organ manusia dalam bentuk ginjal dan juga pelakunya termasuk memeriksa saksi-saksi ahli.

"Kami  harus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dulu. Saksi ahli ini terutama dari IDI (Ikatan Doter Indonesia). Ini harus didahulukan," kata Kabareskrim Komjen Anang Iskandar di Mabes Polri Senin (1/2).

Seperti diberitakan ada tiga tersangka dalam kasus ini adalah AG, DD, dan HR alias HS. Mereka mempunyai fungsi masing-masing yaitu AG dan DD-yang juga sebenarnya adalah korban pada masa lalu-mencari korban sedangkan HS menjadi penghubung dengan pihak rumah sakit.

Modusnya, begitu HS mendapat order ginjal dari pihak RS, dia lalu memesan ke AG dan DD untuk mencari korban. Peristiwa ini sudah sejak Januari 2014- Desember 2015 lalu.

Setelah mendapat korban yang mau dibeli ginjalnya, korban lalu dibawa ke sebuah klinik di Garut untuk dicek. Setelah itu dibawa ke laboratorium di Bandung, dan selanjutnya ke RS di Jakarta.

HS, korban, dan penerima ginjal lalu bertemu dokter ahli ginjal di RS Jakarta dengan membawa hasil lab di Bandung itu. Dokter ahli ginjal lalu memberikan surat pengantar ke RS di Jakarta untuk dilakukan cross match atau pencocokan darah.

Di Jakarta korban menjalani CT scan ginjal, pemeriksaan jantung, paru, dan bertemu psikiater. Setelah dinyatakan memenuhi syarat maka dokter kemudian menentukan tanggal pelaksanaan operasi.

Harus ada persetujuan dari keluarga dan surat pernyataan korban yang semuanya dibuat HS untuk dilakukan pengangkatan ginjal. Harga ginjal dibanderol Rp 225-300 juta, ini di luar biaya operasi Rp 100 juta.

Dari uang ratusan juta itu korban hanya menerima antara Rp 70-90 juta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon