Puan Minta Pemda Percepat Penjemputan Eks Gafatar

Selasa, 2 Februari 2016 | 19:04 WIB
DM
B
Penulis: Dina Manafe | Editor: B1
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (tengah) bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat koordinasi terkait upaya pemulangan secara terpadu para eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar)
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (tengah) bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memimpin rapat koordinasi terkait upaya pemulangan secara terpadu para eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) (istimewa/Istimewa/Asni Ovier)

Jakarta- Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mempercepat penjemputan eks anggota Gafatar yang saat ini masih di daerah transit. Hingga saat ini tercatat 5.764 jiwa eks anggota Gafatar yang masih dalam penampungan sementara. Mereka terdiri dari 3.004 jiwa di Jakarta, 1.752 jiwa di Semarang, 727 Surabaya, dan 281 ada di Makassar.

"Setelah rakor ini, mereka segera dijemput di daerah transit kembali ke wilayah asal masing-masing, dan bersosialisasi dengan masyarakat di kampungnya sebagai masyarakat yang berpikiran nasionalis. Mendagri sudah koordinasi dengan pemda untuk segera menjemput mereka," kata Puan usai memimpin rapat koordinasi (rakor) dengan para menteri terkait untuk penanganan eks Gafatar di Kantor PMK, Jakarta, Selasa (2/2).

Hadir dalam rakor ini Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumulo, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise.

Puan mengatakan, pemda siap untuk melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap eks Gafatar ini terkait nilai kebangsaan dan agama yang dianut, sehingga mereka bisa berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat.

Tjahjo Kumolo menambahkan, ia telah meminta pemda untuk terlibat aktif dalam pemulangan ini. Termasuk aktif untuk menyosialsiasikan dan menyadarkan warga setempat mengenai keberadaan eks Gafatar, sehingga tidak ada penolakan.

"Pemda harus hadir untuk bisa menyadarkan warganya bahwa Gafatar ini tersesat bisa karena hipnotis, tersesat, atau karena sesuatu hal yang harus dibina. Ini harus disosialisasikan dan dijelaskan kepada warga sehingga mereka bisa menerima eks Gafatar ini. Meskipun memang tidak mudah, karena ini masalah ideologi, tapi ada Kementerian Agama sangat membantu," kata Tjahjo.

Mensos mengatakan, pemerintah melakukan pendampingan kepada eks Gafatar yang takut pulang ke daerah asalnya. Proses persiapan pemulangan sendiri sudah terintegrasi dengan baik antara kementerian terkait sejak di penampungan. Kemdagri telah melakukan pendataan untuk monitoring. Kementerian PPPA dan Kemdikbud melakukan trauma healing kepada anak-anak dan perempuan. Kemdikbud, TNI dan Polri melakukan proses pencerahan kebangsaan.

"Pola yang terintegrasi ini semoga menjadi penyatu bahwa sebagai warga bangsa ini mereka ingin kembali membangun nasionalisme sebagai warga yang baik," kata Khofifah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon