Hasil Pilkada Maros Dipertanyakan
Rabu, 3 Februari 2016 | 21:58 WIB
Jakarta - Ratusan warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, yang tergabung dalam Pelopor Gerakan Pembaharuan Pekan berdemo di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta. Mereka mempertanyakan langkah KPU mengesahkan Pilkada Bupati Maros yang dimenangi tersangka kasus pengadaan lampu jalan, Hatta Rahman.
"Hatta Rahman terlibat kasus korupsi pengadaan lampu jalan pada 2011. Kami heran mengapa dia bisa diloloskan KPU dan akhirnya bisa memenangi pilkada. Tersangka lainnya sudah sempat hampir ditahan, tetapi sekarang malah kembali menjabat sebagai kepala dinas," kata Korlap Pekan 21 Amir, Rabu (3/2).
Pilkada yang dilaksanakan pada pengujung 2015 tersebut mampu mengantarkan Hatta Rahman, sang petahana, menempati posisi Maros-1. Namun, hasil pemilu tersebut dipertanyakan oleh berbagai pihak, karena Hatta sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus lampu penerangan jalan.
Kasus tersebut menjadi bahan pertanyaan, karena sempat beberapa kali ditangguhkan. Bahkan, salah satu tersangka ditangguhkan penahanannya dan kemudian menjabat kembali sebagai kepala Dinas Perhubungan Maros. Proses penyidikan kasus tersebut sempat dihentikan, karena Hatta Rahman mencalonkan diri menjadi Bupati Maros. Penghentian penyidikan tersebut disinyalir agar tidak mengganggu proses pilkada di Maros.
"Sebagai warga masyarakat Maros, kami meminta proses hukum yang jelas dan pengaturan pilkada yang benar sehingga memang benar-benar mendapatkan pemimpin baik, jujur dan tidak korup," lanjut Amir.
Sebelumnya, Pekan 21 menggelar aksi di depan kantor Bareskrim Polri. Mereka menuntut Polri segera mengusut kasus tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




