Warga Jateng Diminta Waspadai Virus Zika dengan PSN

Rabu, 3 Februari 2016 | 23:22 WIB
ST
JS
Penulis: Stefi Thenu | Editor: JAS
Virus Zika
Virus Zika (Biro Komunikasi dan Pelayanan Informasi Kementerian Kesehatan)

Semarang - Warga Jawa Tengah diminta untuk mewaspadai wabah virus Zika dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Virus berbahaya itu wajib diwaspadai seiring merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim pancaroba sekarang ini.

"Saya imbau untuk waspada karena musim pancaroba ini rawan penyakit demam berdarah. Untuk itu. Kita semua harus giat bergotong royong melakukan PSN," ujar Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo, pada Rapat Pengurus TP PKK Provinsi Jawa Tengah di Gedung PKK Provinsi Jawa Tengah, Rabu (3/2).

Istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo itu, berharap virus Zika yang berasal dari Brasil tidak menyebar di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Dikatakan, iklim tropis di Indonesia yang tidak jauh berbeda dengan Brasil, memungkinkan terjadinya penyebaran virus tersebut.

Kendati begitu, penyebarannya bisa dicegah dengan berbagai upaya. Salah satunya melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) mengingat virus Zika disebarkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti. Dalam hal ini, peran PKK sangat penting dalam menggalakkan PSN.

"PSN harus serentak. Tidak bisa kalau hanya dilaksanakan di satu wilayah saja. Makanya gotong royong harus ditingkatkan," ujarnya.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) IV TP PKK Provinsi Jawa Tengah Sri Ratna Astuti menambahkan, sama seperti DBD yang disebarkan melalui vektor nyamuk Aedes Aegypti, pencegahan yang cukup ampuh dengan menggerakkan PSN.

Kader dituntut menguatkan PSN dari rumah sendiri, kemudian gethok tular ke tetangga kanan kiri. Dengan kebersamaan melakukan pencegahan, diharapkan virus Zika tidak menyebar.

Dilihat dari gejalanya, penyakit Zika hampir sama dengan chikungunya, yakni ada rasa nyeri pada persendian. Dampak yang ditimbulkannya pun tidak separah DBD. Namun, bahayanya jika virus Zika menjangkit pada ibu hamil, yang nantinya akan menyerang otak janin. Sehingga janin mengalami mikrocephalus atau pengecilan kepala.

"Makanya, harus dilakukan upaya antisipasi dengan mencegah gigitan nyamuk. Dalam hal ini PSN lebih efektif daripada fogging," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon