Bukan Tupoksi, IPW Minta Kapolres dan Kapolda Tak Beri Sumbangan untuk Piala Bhayangkara

Kamis, 4 Februari 2016 | 09:26 WIB
GG
B
Penulis: Gardi Gazarin | Editor: B1
Ilustrasi Polisi
Ilustrasi Polisi (Beritasatu.com/Danung Arifin)

Jakarta-​Indonesia Police Watch (IPW) mengimbau kapolres, kapolda, dan pejabat di jajaran Polri lainnya agar tidak memberikan sumbangan, jika diminta membantu biaya penyelenggaraan Piala Bhayangkara. Sebab, bukan rahasia umum jika Polri menyelenggarakan kegiatan, para pejabat di jajaran menengah selalu direpotkan, diminta berpartisipasi, dan diminta menyumbang dana yang tidak sedikit. Apalagi, hal ini bukan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Polri.

Hal ini disampaikan Ketua IPW Neta Pane kepada SP di Jakarta, Kamis (4/2).

Dikatakan, IPW siap menerima pengaduan dari jajaran menengah Polri yang menjadi korban permintaan sumbangan dengan alasan untuk Piala Bhayangkara, untuk kemudian membukanya ke publik. IPW juga akan melakukan investigasi soal asal usul pendanaan Piala Bhayangkara.

"Sebab, selama ini Polri selalu mengeluh kekurangan dana tapi kok bisa-bisanya menghambur-hamburkan dana untuk sebuah even yang tidak jelas dan tidak ada kaitannya dengan tugas-tugas profesional kepolisian? Beberapa waktu lalu, IPW pernah mendapat keluhan dari sejumlah anggota Polri. Saat itu, Polri hendak mendatangkan Ratu Dunia pada acara ibu-ibu Bhayangkari di Jawa Barat dan para pejabat di jajaran menengah kepolisian diminta menyumbang hingga ratusan juta rupiah, setelah diprotes banyak pihak akhirnya acara itu dibatalkan Mabes Polri," paparnya.

Neta mengatakan, dari kasus ini elite elite Polri seharusnya bisa introspeksi diri, sehingga tidak neko neko untuk melakukan kegiatan di luar tugasnya sebagai institusi keamanan. "Elite-elite Polri jangan mau dikadali oleh orang-orang yang tidak jelas. Sebab, Polri punya diskresi dan punya power hukum yang sangat rawan disalahgunakan atau dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi," tandasnya.

Artinya, kata Neta, dengan adanya even atas nama Polri bukan mustahil pihak-pihak tertentu memanfaatkannya untuk mengeruk keuntungan pribadi. Padahal, even itu tidak jelas manfaatnya dan sangat jauh dari tugas-tugas Polri sebagai institusi keamanan.

IPW berharap elite-elite Polri konsisten membawa institusinya sebagai institusi keamanan dan bukan sebagai institusi olahraga. Apalagi, sebagai even organisasi penyelenggara turnamen sepakbola, seperti Piala Bhayangkara.

Sebab, negeri ini masih sangat rawan dengan aksi-aksi terorisme, aksi kriminal, benturan antar-Ormas, dan konflik antarwarga yang perlu penanganan profesional dari Polri. Melihat beratnya tantangan tugas-tugas kepolisian tersebut, ujar Neta, hendaknya Polri jangan mau ditarik-tarik ke dalam kegiatan yang tidak jelas manfaatnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon