Cak Imin: PKB Siap Tawarkan Lima Agenda Politik

Sabtu, 6 Februari 2016 | 22:52 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan pidato, dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB di Jakarta, Jumat (5/2/2016). SP/Joanito De Saojoao.
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memberikan pidato, dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB di Jakarta, Jumat (5/2/2016). SP/Joanito De Saojoao. (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Untuk memastikan terciptanya sistem politik kenegaraan yang efektif di Indonesia, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menawarkan lima agenda politik yang patut dipertimbangkan dalam menjawab persoalan dan kebutuhan bangsa. Kelima agenda tersebut, tetap mempertahankan subtansi semangat gotong royong.

"Dalam kerangka itu, PKB menawarkan sejumlah agenda yang patut dipertimbangkan untuk memastikan kehadiran sebuah sistem politik yang efektif," tegas Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB, Muhaimin Iskandar, di sela-sela acara Mukernas PKB, di JCC, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2).

Menurut Cak Imin, sapaan Muhaimin Iskandar, persoalan pertama terletak pada penataan kembali kelembagaan permusyawaratan/perwakilan. Hal itu, lanjut dia, menyangkut keberadaan lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang tanggung dan tidak efektif.

"Peninjauan ulang itu harus bermuara pada pilihan tegas pada penguatan peran DPD atau dikembalikan lagi sebagai perwakilan golongan yang lebih mencerminkan karakteristik ke-Indonesiaan," katanya.

Kedua, tutur Cak Imin, mengawal konsistensi proses penyederhanaan sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Penyederhanaan sistem pemilihan kepada daerah, jelasnya, perlu dikawal keberlanjutannya.

"Hal itu dilakukan sambil memastikan bahwa sistem Pilkada semakin baik, tidak boros sumber daya, dan menghasilkan kepemimpinan politik yang berkualitas," kata Cak Imin.

Ketiga, lanjut dia, memperkuat sistem presidensial. Sebagai negara yang memilih sistem kepemimpinan nasional berdasar asas presidensial, maka perlu diciptakan sistem politik yang mendukung penguatan terhadap posisi dan kewenangan presiden.

"Untuk hal ini, dilakukan melalui ambang batas presidential treshold yang memadai agar posisi presiden terpilih memiliki bargaining position yang kuat karena memperoleh dukungan maksimal di parlemen," paparnya.

Keempat, menjaga penyederhanaan sekaligus penguatan partai politik. Pengendalian jumlah partai politik, kata Cak Imin, dilakukan melalui regulasi yang ada perlu dipertahankan agar dinamika politik dapat terkelola dengan lebih mudah, sambil pada saat yang sama partai-partai politik yang ada terus diberdayakan agar mampu menjalankan peran sebagai partai politik secara lebih optimal.

"Dukungan pemberdayaan partai politik melalui bantuan parpol agar terus ditingkatkan secara signifikan. Partai politik sebagai pilar demokrasi maha penting tidak boleh tergantung dan dipenjara oleh kekuatan pemodal," katanya.

Kelima, ujar Cak Imin, memperjuangkan arsitektur baru pemerintahan daerah (Pemda). Desentralisasi berbagai urusan pemerintahan harus terus dijaga konsistensinya dengan memastikan bahwa Kabupaten/Kota adalah tingkatan pemerintahan yang paling kita andalkan.

"Karena itu, otonomi Kabupaten/Kota harus dikawal dan diberdayakan. Kegagalan otonomi daerah selama ini, lebih merupakan kegagalan sistem pengendalian pemerintah pusat. Karena itu, yang harus dilakukan adalah pengembangan sistem pengendalian pemerintah pusat," ujar Cak Imin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon