Kelenteng di Jambi Terus Bersiap Hadapi Imlek

Minggu, 7 Februari 2016 | 01:38 WIB
RS
JS
Penulis: Radesman Saragih | Editor: JAS
Kelentang Leng Chun Keng, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi akan menjadi pusat perayaan tahun baru Imlek 2567, Senin (8/2) bagi ribuan umat Khonghucu di Provinsi Jambi. Kelenteng yang bergaya arsitektur dan hiasan khas Tionghoa tersebut dibangun tahun 2012-2015. Kelenteng megah tersebut kini siap digunakan menjadi pusat religi umat Konghucu Jambi.
Kelentang Leng Chun Keng, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi akan menjadi pusat perayaan tahun baru Imlek 2567, Senin (8/2) bagi ribuan umat Khonghucu di Provinsi Jambi. Kelenteng yang bergaya arsitektur dan hiasan khas Tionghoa tersebut dibangun tahun 2012-2015. Kelenteng megah tersebut kini siap digunakan menjadi pusat religi umat Konghucu Jambi. (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)

Jambi - Sekitar 3.000 orang umat Khonghucu di Provinsi Jambi siap menyambut tahun baru Imlek 2567 dengan meriah. Umat Khonghucu di provinsi itu tidak hanya melakukan sembahyang khusus untuk merayakan Imlek. Mereka juga menggelar penyalaan seribu lilin, atraksi kesenian khas Tionghoa barongsai dan pentas musik.

Perayaan Imlek yang digelar umat Konghucu di Jambi dipusatkan di Kelenteng Shiu Shanteng dan Leng Chun Keng, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi. Dua kelenteng ini pun terus bersiap menghadapi perayaan Imlek.

Kepala Bagian Umum Kelenteng Shiu Shanteng, Chu Harto di Jambi, Sabtu (6/2) menjelaskan, umat Konghucu yang merayakan Imlek di Kota Jambi tidak hanya dari Kota Jambi, tetapi juga dari berbagai kabupaten di Provinsi Jambi.

"Sekitar 3.000 orang umat Khonghucu sudah memastikan diri mengikuti seluruh rangkaian perayaan Imlek 2567 yang kami laksanakan Senin (8/2). Persiapan perayaan Imlek yang kami laksanakan sudah mencapai 95 %. Kelenteng sudah dihias dengan lampion. Keperluan sembahyang seperti kim chua (kertas sembahyang), garu, permen dan lilin merah sudah disiapkan," katanya.

Chu Harto mengatakan, kim chua akan diambil oleh setiap umat yang akan memulai sembahyang. Umat akan membakar kim chua setelah sembahyang. Sedangkan garu atau wewangian ditebarkan agar umat tidak tercemar dengan hal-hal buruk dalam kehidupannya. Kemudian tradisi perayaan Imlek yang akan dilaksanakan di Klenteng Shiu Shan Teng, yakni menghidupkan lilin dan atraksi barongsay.

"Lilin merah menjadi simbol rejeki yang baik dan kelancaran usaha atau pekerjaan. Pergantian tahun kambing ke tahun monyet api ini kami harapkan membawa berkah bagi seluruh umat Konghucu. Karena itu kami merayakan hari raya Imlek 2567 secara meriah," katanya.

Secara terpisah, umat Konghucu yang tergabung di Kelenteng Leng Chun Keng, Kota Jambi juga akan merayakan Imlek dengan meriah. Perayaan Imlek tahun ini dilaksanakan bertepatan dengan rampungnya pembangunan Kelenteng Leng Chun Keng. Kelenteng tersebut dibangun tahun 2012 san mulai digunakan November 2015.

Kepala Bagian Humas Kelenteng Leng Chun Keng, Lim Kok Kiong alias Akiong mengatakan, Kelenteng Leng Chun Keng Kota Jambi dijadikan juga menjadi pusat perayaan Imlek bagi umat Konghucu se-Provinsi Jambi. Ribuan umat Konghucu Jambi akan merayakan Imlek di kelenteng tersebut.

"Mulai Jumat (6/2) sudah banyak umat Khonghucu yang datang ke Kelenteng Leng Chun Keng. Mereka singgah untuk sembahyang. Jumlah warga Konghucu yang datang ke kelenteng ini akan terus meningkat hingga perayaan Imlek, Senin (8/2). Kami sudah menyiapkan panitia untuk menyambut kehadiran umat," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon