Polres Probolinggo Dilengkapi Rompi Antipeluru Buatan Sendiri
Selasa, 9 Februari 2016 | 15:50 WIB
Probolinggo - Satlantas Polres Probolinggo mendesain dan membuat rompi antipeluru (Brigandine) sendiri guna mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk, pascaaksi teror Thamrin belum lama ini.
Pihak Polres Probolinggo memilih merancang sendiri dengan kualitas lebih baik dari rompi antipeluru umumnya karena menggunakan lapisan baja lebih tebal. Rompi antipeluru tanpa lengan itu, berlapis jaket dengan plat baja berketebalan tiga milimeter. Sedangkan nilon balistiknya menggunakan kain standar yang memang dipergunakan untuk rompi antipeluru.
"Kainnya ini sengaja dipesan khusus, dengan ketebalan nilon super. Rompi anti peluru ringan modern khusus dirancang melindungi organ vital pemakainya, dari cidera yang disebabkan proyektil senjata api. Inisiatif merakit rompi anti peluru sendiri ini muncul sejak tragedi ledakan bom di Jakarta, beberapa waktu lalu," ujar Kapolres Probolinggo, AKBP Iwan Setyawan, ketika memperkenalkan pemakaian rompi antipeluru hasil rancangan sendiri tersebut, Senin (8/2).
Menurut Kapolres, rompi antipeluru selama ini tidak sepenuhnya aman dari dampak peluru, hanya pelindung di bagian dada dan punggung saja. Untuk itu, Polres Probolinggo membuat rompi antipeluru tersebut juga terbatas untuk melindungi dada dan punggung.
"Bedanya, rompi rancangan kami ini menggunakan lapisan baja lebih tebal dari biasanya," tandas Kapolres didampingi Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Hudi Arif.
Dia menjelaskan, dalam uji coba sebelumnya, pihaknya sudah mencoba berulangkali 'kemampuan' rompi tersebut dengan dipasang di patung dan pohon pisang dan ditembak anggota menggunakan pistol dan proyektil asli dari jarak 15-20 meter dan 3-5 meter. "Hasilnya cukup memuaskan," ujar Kapolres.
Rompi antipeluru ini, kata Kapolres, sengaja dikhususkan bagi 72 petugas satlantas dan 24 timsus lapangan Reskrim, karena menjadi sasaran empuk kelompok teroris terhadap polisi adalah petugas Satlantas.
"Mereka ini berada di tempat-tempat terbuka sehingga mudah diserang. Sama dengan di Jakarta, anggota Satlantas menjadi target utama kelompok radikal yang sengaja membuat rusuh," tandas Kapolres.
Belajar dari pengalaman sebelumnya, dirinya sengaja melengkapi anggota Satlantas dengan rompi antipeluru. Untuk sementara, rompi antipeluru yang dipergunakan petugas lapangan Polres Probolinggo sengaja memakai warna hitam bermotif strip yellow lemon fosfor.
"Jika nanti dalam perkembangannya hanya diperlukan warna hitam, kita akan hilangkan strip yellow lemon fosfornya," tambah Kapolres.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




