Dinsos DKI Kesulitan Pulangkan Eks Gafatar
Rabu, 10 Februari 2016 | 00:04 WIB
Jakarta - Adanya penolakan warga dari daerah asalnya, Dinas Sosial (Dinsos) DKI kesulitan memulangkan para eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Alhasil, masih ada 499 orang eks Gafatar yang belum dapat dipulangkan ke daerah asal atau keluarganya. Mereka sekarang berada ditempat penampungan Panti Sosial Bina Insan, Cipayung, Jakarta Timur, milik Dinsos DKI Jakarta.
Pada tanggal 23 Januari 2016, Dinsos DKI diserahkan tanggung jawab oleh Kementerian Sosial (Kemsos) untuk menangani 933 eks Gafatar. Selama 18 hari, yang baru dapat dipulangkan sebanyak 494 orang, tidak mencapai 50 persen dari total jumlah eks Gafatar yang ditampung Dinsos DKI.
Kepala Dinsos DKI Jakarta, Masrokhan mengatakan salah satu kesulitan memulangkan eks Gafatar adalah adanya penolakan dari warga di daerah asal. Ketika ada keluarga yang menjemput mereka, ketika tiba didaerah asal, mereka ditolak oleh warga. Kemudian dibawa kembali ke panti sosial.
"Jadi mereka sudah dijemput oleh keluarga dan pulang kerumahnya. Tetapi karena ada penolakan dari masyarakat disekitar tempat tinggal mereka, akhirnya mereka dibawa lagi kesini," kata Masrokhan saat menerima Kunjungan Komisi E DPRD DKI di PSBI Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (9/2).
Akibat adanya kejadian tersebut, keluarga yang awalnya berniat menjemput menjadi mengurungkan niatnya. Untuk masalah ini, pihaknya meminta Pemprov DKI bersama pemerintah pusat dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Sehingga mereka bisa pulang kembali ke daerahnya masing-masing.
Selain penolakan warga, kendala lain yang dihadapi, lanjutnya, banyak diantara para eks Gafatar yang menolak dipulangkan ke keluarga atau daerah asalnya. Dengan alasan, mereka mengaku tidak punya keluarga dann hanya mau dipulangkan ke Kalimantan.
"Memang awalnya mereka ditampung hanya lima hari. Tapi dengan dua kendala ini, akhirnya sampai 18 hari, mereka masih tetap ada di tempat penampungan. Kami tahu, masalah Gafatar ini tidak hanya masalah sosial, tetapi sudah ke masalah ideologi," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




