Ketua Umum MKGR Minta Pemerintah Kaji Ulang Proyek Kereta Cepat

Rabu, 10 Februari 2016 | 16:28 WIB
HS
FH
Penulis: Hotman Siregar | Editor: FER
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kiri) bersama Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki (tengah) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memaparkan perkembangan proyek kereta api cepat di Kantor Staf Presiden, Jakarta, 9 Februari 2016.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (kiri) bersama Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki (tengah) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya memaparkan perkembangan proyek kereta api cepat di Kantor Staf Presiden, Jakarta, 9 Februari 2016. (Antara/Puspa Perwitasari)

Jakarta- Ketua Umum Ormas MKGR pendiri Partai Golkar, Roemkono, menyarankan agar Preside Jokowi mengkaji kembali terhadap proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang menggaet investor dari perusahaan Tiongkok itu.

"Kita perlu mencermati soal investor Tiongkok ini, banyak investor Tiongkok yang melakukan investasi di sini (Indonesia) tapi begitu selesai main ditinggalkan saja, karena mereka berfikir sudah utung. Ini juga perlu di kaji betul-betul," kata Roemkono, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (10/2).

"Jangan bangsa kita ini banyak dibohongi nantinya, yang hanya tergiur dengan adanya investasi besar-besaran tetapi akhirnya menyusahkan negara kita," tambah dia.

Roem menduga, salah satu sinyal bahwa pemerintah harus berhati-hati terhadap investor dari Tiongkok terkait dengan klausul perjanjian dalam pembangunan kereta yang menelan anggaran sebesar Rp 70 triliun itu.

"Buktinya dia (investor) minta jaminan kepada negara melalui APBN, ini suatu kebohongan publik. Dulu bilangnya tidak, tetapi sekarang minta jaminan. Sehingga ini menjadi tanggungan negara nantinya," tandas anggota komisi V DPR RI itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon