Maju Jadi Cagub DKI, Ahok Nilai Dukungan Parpol Penting

Jumat, 12 Februari 2016 | 17:21 WIB
DP
FB
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: FMB
Jajaran Tim Tujuh dan DPP Partai Nasdem secara resmi menyampaikan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarts, Basuki Tjahaja Purnama maju menjadi Cagub di Pilkada 2017.
Jajaran Tim Tujuh dan DPP Partai Nasdem secara resmi menyampaikan dukungan kepada Gubernur DKI Jakarts, Basuki Tjahaja Purnama maju menjadi Cagub di Pilkada 2017. (Lenny Tristia Tambun)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama hari ini secara resmi mendapat dukungan dari Partai Nasdem untuk pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 mendatang. Kendati demikian, Basuki belum memastikan dirinya akan maju lewat partai atau jalur independen. Hanya saja ia mengakui jika dukungan dari partai politik seperti itu sangatlah penting.

"Bagi saya, kita tidak boleh memberikan persepsi seolah-olah kita tidak butuh partai politik. Itu penting. Karena untuk pilar demokrasi kan partai politik," ujar Basuki di Balai Kota, Jumat (12/2).

Akan tetapi di satu sisi, katanya, ia juga ingin membuktikan kepada partai politik bahwa jika masyarakat masih mempercayai dan menganggap seseorang pantas menjadi pemimpin, dengan berjalan tanpa dijembatani partai pun, hal itu bisa dilakukan.

"Ini adalah mekanisme pemilihan yang dirancang dari UU. Kenapa dibuat adanya calon independen, maksudnya begitu," katanya.

Basuki tidak memungkiri jika ia merasa senang mendapat dukungan dari Partai Nasdem, padahal ia belum menentukan akan ikut jalur partai atau independen meski lebih cenderung ke independen. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu bukti, bahwa dengan menempuh jalur independen pun tetap ada partai yang mau mendukung.

Ia pun masih optimistis, relawannya yang tergabung dalam Teman Ahok bisa berhasil mengumpulkan hingga satu juta KTP sebagaimana syarat untuk menempuh jalur independen. Selain itu, dari KTP-KTP yang dikumpulkan itu juga ia meyakini bahwa itu akan valid dan lolos seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Disamping ia pun tak khawatir apabila target satu juta tersebut tidak terpenuhi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon