Soal Luviana, Metro TV Belum Berkomentar
Sabtu, 3 Maret 2012 | 13:14 WIB
Hingga kini manajemen tidak bisa dihubungi.
Pihak manajemen Metro TV belum mau memberikan komentar atas tindakan semena-mena terhadap salah saeorang wartawatinya Luviana, setelah yang bersangkutan menuntut perbaikan kesejahteraan.
Sejak tadi pagi Beritasatu.com berupaya menghubungi sejumlah petinggi stasiun televisi milik Surya Paloh tersebut. Sayangnya saat ditelepon tidak diangkat. Begitu halnya dengan pesan pendek yang dilayangkan untuk meminta konfirmasi soal pembebasan tugas Luviana.
Kemarin, Luviana mengadu ke Komnas HAM terkait tindakan semena-mena yang menimpa dirinya.
Seeprti diketahui, Luviana menyatakan, perlakuan manajemen Metro TV terhadap karyawan cenderung tidak fair. Salah satunya, pembagian bonus yang tidak adil dan membeda-bedakan di antara karyawan Metro TV.
"Ada karyawan yang tidak mendapat bonus, ada yang dapat tapi hanya 0,25 kali gaji. Ada yang mendapat lima kali gaji yang kesemuanya itu diberikan tanpa alasan yang jelas," kata Luviana.
Luviana berusaha mempertanyakan standar pemberian bonus itu. "Yang saya dan teman-teman di Metro adalah masalah kesewenang-wenangan. Kami hanya mempertanyakan ketiadaan penilaian terhadap kinerja karyawan yang dilakukan manajemen," kata Luviana, kemarin.
Pihak manajemen Metro TV belum mau memberikan komentar atas tindakan semena-mena terhadap salah saeorang wartawatinya Luviana, setelah yang bersangkutan menuntut perbaikan kesejahteraan.
Sejak tadi pagi Beritasatu.com berupaya menghubungi sejumlah petinggi stasiun televisi milik Surya Paloh tersebut. Sayangnya saat ditelepon tidak diangkat. Begitu halnya dengan pesan pendek yang dilayangkan untuk meminta konfirmasi soal pembebasan tugas Luviana.
Kemarin, Luviana mengadu ke Komnas HAM terkait tindakan semena-mena yang menimpa dirinya.
Seeprti diketahui, Luviana menyatakan, perlakuan manajemen Metro TV terhadap karyawan cenderung tidak fair. Salah satunya, pembagian bonus yang tidak adil dan membeda-bedakan di antara karyawan Metro TV.
"Ada karyawan yang tidak mendapat bonus, ada yang dapat tapi hanya 0,25 kali gaji. Ada yang mendapat lima kali gaji yang kesemuanya itu diberikan tanpa alasan yang jelas," kata Luviana.
Luviana berusaha mempertanyakan standar pemberian bonus itu. "Yang saya dan teman-teman di Metro adalah masalah kesewenang-wenangan. Kami hanya mempertanyakan ketiadaan penilaian terhadap kinerja karyawan yang dilakukan manajemen," kata Luviana, kemarin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




