Dituding Fitnah Jaksa Agung, Polisi Malaysia Selidiki Mahathir

Selasa, 16 Februari 2016 | 00:09 WIB
LC
B
Penulis: Leonard AL Cahyoputra | Editor: B1
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad menulis kritikan dalam blog pribadinya, sehubungan dengan kegagalan jaksa agung dalam menangani kasus korupsi PM Najib Razak, Senin, 15 Februari 2016.
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad menulis kritikan dalam blog pribadinya, sehubungan dengan kegagalan jaksa agung dalam menangani kasus korupsi PM Najib Razak, Senin, 15 Februari 2016. (AFP Photo/Mohd Rasfan )

Kuala Lumpur – Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad sedang diselidiki oleh pihak berwenang, Senin (15/2), atas tuduhan memfitnah jaksa agung dalam posting-an di blog pribadinya. Dia menulis kritikan atas kegagalan jaksa agung dalam menangani kasus korupsi Perdana Menteri (PM) Najib Razak.

Perseteruan antara mantan pemimpin Malaysia dengan pemimpin saat ini sudah melanda, salah satu negara di Asia Tenggara, selama hampir satu tahun. Mahathir pun sudah berulangkali meminta Najib untuk mengundurkan diri pasca merebaknya skandal keuangan di badan pembiayaan milik pemerintah, 1Malaysia Development Berhad (1MDB), yang terlilit utang.

Dalam blog pribadinya tertanggal 5 Februari, Mahathir mem-posting tulisan berisi kritikan kepada Jaksa Agung Mohamad Apandi Ali yang dianggap tidak mempunya kredibilitas karena membebaskan Najib dari segala dakwaan kejahatan atau korupsi yang berpusat pada tudingan suap sebesar US$ 681 juta dalam rekening pribadi Najib.

Awal bulan ini, Apandi menutup penyelidikan kasus Najib setelah menyampaikan kesimpulan asal muasal uang yang masuk ke rekening pribadi Najib. Menurut dia, uang itu diberikan oleh seorang anggota keluarga Kerajaan Saudi dan sebagian besar uang telah dikembalikan.

Setelah muncul laporan di surat kabar Wall Street Journal, tentang pengakuan 1MDB sehubungan dengan sejumlah besar deposito yang ada dalam rekening pribadi Najib, maka dalam beberapa pekan kemudian sang perdana menteri langsung mengganti jaksa agung sebelumnya dengan mengangkat Apandi.

Selain itu, Mahathir juga menggunakan akun blognya, pada Senin, untuk menyampaikan tantangan kepada Apandi.

"Sebagai seorang Muslim yang baik, dia seharusnya bersumpah dengan Al Quran di mesjid dengan disaksikan para pengurus mesjid dan masyarakat bahwa laporan-laporan tersebut tidak melibatkan Najib sama sekali," tulis Mahathir, seperti dilansir Reuters.

Dalam blog disebutkan: "Dia seharusnya tidak mencoba untuk ingkar dengan berjanji mengenai hal lain di dalam hati, dan bersumpah dengan suara keras atas hal lain. Itu dua kal lipat dosanya. Dia akan masuk ke neraka jahanam."

Dalam beberapa postingan lain di blognya, Mahathir menuding Najib dan meragukan kesungguhan Apandi untuk bekerjasama dengan mitranya dalam proses penyelidikan yang dilakukan Swiss terhadap 1MDB.

Di sisi lain, Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar mengatakan sudah ada beberapa laporan polisi yang dilayangkan kepada Mahathir atas serangan yang dia lancarkan kepada Apandi.

"Kami akan menyelidiki berdasarkan ketentuan hukum yan berlaku. Jika ada kasus yang harus diajukan maka kami akan membahasnya dengan kejaksaan agung dan mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan," ujar Khalid saat konferensi pers di George Town, Negara bagian Penang.

Demi mempertahankan posisinya, Najib membungkam para pengkritik di dalam partainya, di dalam oposisi, dan pemerintah. Selain mengganti jaksa agung, dia juga memecat Wakil Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, tahun lalu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon