Sebagian Besar Orangtua Minim Pengetahuan Soal Kanker Anak
Selasa, 16 Februari 2016 | 03:19 WIB
Jakarta - Memperingati Hari Kanker Anak Sedunia 15 Februari, Kementerian Kesehatan mengingatkan pentingnya deteksi dini bagi para orangtua agar gejala kanker pada anak mereka dapat segera diatasi.
Menurut statistik, lebih dari 50 persen kasus kanker pada anak yang datang ke fasilitas kesehatan sudah dalam keadaan stadium lanjut. Salah satunya dikarenakan minimnya pengetahuan orang tua terhadap penyakit ini.
"Minimnya pengetahuan orang tua tentang kanker menjadi salah satu penyebab kanker yang diderita anak-anak dalam kondisi stadium lanjut. Padahal apabila dapat terdeteksi secara dini, kanker pada anak dapat disembuhkan dengan pengobatan dan terapi yang baik," kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, dr. Lily S. Sulistyowati, di Jakarta, Senin (15/2).
Lily mengatakan, kanker dapat menyerang anak mulai dari usia bayi hingga usia 18 tahun. Kanker pada anak berbeda dari kanker pada orang dewasa. Kanker pada orang dewasa dapat dicegah, sementara pada anak sampai saat ini belum ada pencegahannya.
Meski begitu, pola hidup dan makan-makanan yang sehat harus tetap diajarkan sejak kanak-kanak. Tujuannya agar anak dapat terhindar dari berbagai jenis kanker yang timbul pada usia dewasa.
Hingga saat ini, jelas Lily, penyebab kanker pada anak belum diketahui secara pasti. Namun, jikalau si kecil dicurigai terkena kanker, sebaiknya segera dibawa ke puskesmas, rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya untuk mengonfirmasi apakah gejala yang dijumpai tersebut benar kanker atau bukan.
Adapun tanda atau gejala awaL kanker pada anak yang harus diketahui orang tua :
1. Anak terlihat pucat, memar atau pendarahan dan nyeri tulang.
2. Terlihat adanya benjolan atau pembengkakan yang tidak nyeri dan tanpa demam, atau adanya tanda-tanda infeksi lain.
3. Kemudian terjadi penurunan berat badan atau demam tanpa sebab yang jelas, batuk yang menetap atau sesak napas dan berkeringat di malam hari.
4. Perubahan-perubahan yang terjadi pada mata seperti terlihatnya manik putih, juling, hilangnya penglihatan dan memar atau bengkak di sekitar mata.
5. Perut yang membuncit.
6. Sakit kepala yang menetap atau berat. Kemudian muntah, yang biasanya terjadi pada pagi hari atau dapat memburuk dari hari ke hari.
7. Nyeri pada tangan, kaki atau tulang, sehingga mengalami pembengkakan tanpa riwayat trauma atau infeksi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




