Menko PMK Tak Ingin Anak Sekolah Lewati "Jembatan Indiana Jones"
Rabu, 17 Februari 2016 | 17:04 WIB
Lebak - Pemerintah terus berusaha agar anak-anak sekolah bisa mengejar impian mereka melalui pendidikan. Oeh karena itu, para anak didik yang berangkat ke sekolah jangan lagi melewati jembatan yang rusak dengan susah payah.
Untuk itu, pembangunan 10 jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Banten, merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan rakyat atas sarana dan prasarana.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat meresmikan 10 jembatan gantung di Kabupaten Lebak, Banten, Rabu (17/2). Peresmian itu dihadiri pula Menteri Pekerjaan Umum dan Permahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise, anggota Badan Pemeriksa Keuangan Rizal Djalil, Gubernur Banten Rano Karno, dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.
"Sepuluh jembatan ini sebagai wujud nyata pemerintah memenuhi harapan masyarakat untuk meraih pendidikan. Dulu, anak-anak yang mau sekolah harus melewati jembatan gantung yang rusak dengan susah payah. 'Jembatan Indiana Jones' kata Bu Bupati Lebak tadi," ujar Puan.
Untuk itu, Menko PMK mengharapkan anak-anak sekolah di Lebak tidak lagi menggunakan jembatan tersebut dan bisa segera memanfaatkan 10 jembatan yang sudah dibangun itu.
"Dengan jembatan ini ada akses luas. Pergi ke sekolah tanpa susah dulu untuk sampai ke sekolah. Jadi, manfaatkan jembatan ini dengan sebaiknya. Saya titip Bu Bupati dan Pak Gubernur agar menjaga dan merawat 10 jembatan ini sehingga bermanfaat untuk masyarakat Lebak dan Banten. Dengan adanya jembatan ini diharapkan pendidikan bisa diperoleh tanpa melewati sungai atau kali di Lebak," kata Puan.
Dia juga berharap aktivitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi, pendidikan, kekeluargaan, dan kegiatan sosial budaya lainnya bisa berjalan dengan baik berkat keberadaan 10 jembatan terebut.
Menko PMK menjelaskan, 10 jembatan gantung yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dari dana APBN 2015. Puan mengatakan, pembangunan infrastruktur di Indonesia saat ini sedang terus ditingkatkan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pembangunan infrastruktur selain dikerjakan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, ada juga pembangunan infrastruktur yang dapat dikerjakan oleh pemerintah desa.
"Pemerintahan Jokowi-JK telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan desa melalui dana desa. Alokasi anggaran dana desa dari tahun ke tahun akan terus meningkat. Pada 2015 dialokasikan sebesar Rp 20,1 triliun. Lalu, pada 2016, alokasi anggaran dana desa meningkat menjadi Rp 47 triliun," ujar Puan.
Menko PMK mengatakan, dana desa bertujuan mempercepat pembangunan di desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dikatakan pula, pemerintah pusat tentu ingin membangun jembatan serupa di berbagai wilayah. Pemerintah berharap bisa bergotong royong dengan pemerintah daerah dalam membangun berbagai fasilitas untuk masyarakat.
Gubernur Banten Rano Karno mengapresiasi pembangunan jembatan gantung di wilayah Lebak. Dia mengatakan, wilayahnya membutuhkan lebih dari ratusan jembatan gantung. Namun, dia menyadari memang perlu kerja sama pemerintah pusat dan daerah dalam merealisasikan hal tersebut di masa mendatang.
"Pemda Banten mengucapkan terima kasih atas adanya 10 jembatan baru ini. Jembatan ini akan menjadi penghubung antardesa di Lebak dan dengan desa yang ada di wilayah Serang. Akan ada pengembangan dengan adanya jembatan ini. Semoga ekonomi juga semakin berkembang cepat," ucap Rano.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




