Luncurkan FortiOS 5.4
Fortinet Berikan Pembaruan Sistem Operasi Keamanan Siber
Kamis, 18 Februari 2016 | 23:43 WIB
Jakarta - Perusahaan solusi keamanan siber berperforma tinggi, Fortinet, mengumumkan pembaruan (update) untuk sistem operasi keamanan siber FortiOS-nya. FortiOS 5.4 menawarkan fitur baru yang menjadi dasar bagi pelanggan untuk menggunakan segmentasi jaringan internal untuk penyimpanan dan pertahanan terhadap ancaman-ancaman canggih.
Hasil riset Gartner memprediksi, terdapat 6,4 miliar perangkat yang terhubung yang akan digunakan di dunia pada tahun 2016, atau meningkat 30 persen dibandingkan dengan tahun 2015. Jumlah perangkat yang terhubung ini dapat mencapai jumlah 20,8 miliar pada tahun 2020.
Fenomena ini, memperluas permukaan serangan dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan. FortiOS mempermudah pekerjaan untuk membuat pertahanan ancaman canggih.
Dengan konfigurasi terbaru, kemampuan analitik dan assisted one-click action FortiOS 5.4, maka perusahaan dapat menerapkan segmentasi firewall internal (ISFW) dan Secure Access Architecture untuk bergerak melampaui perimeter pertahanan tradisional agar dapat memperkuat strategi keamanan berlapis.
"Setiap hari, organisasi banyak menghadapi berbagai lansekap ancaman yang semakin berbahaya dan canggih. Untuk memerangi serangan ini, maka organisasi tentu membutuhkan solusi keamanan yang mampu menciptakan segmentasi jaringan tanpa mengorbankan kinerjanya," ujar Michael Xie, pendiri, presiden dan CTO Fortinet, dalam siaran persnya, Kamis (18/2).
"FortiOS 5.4 menghadirkan beragam fitur baru yang memberdayakan organisasi untuk mengimplementasikan strategi segmentasi internal yang memisahkan dan meperantarai malware jika berhasil menembus perimeter."
Layanan FortiGuard Mobile Security Baru
FortiOS 5.4, kata Michael Xie, memperkenalkan layanan berlangganan terbaru untuk Mobile Malware dari Lab FortiGuard. Semakin tingginya jumlah penggunaan perangkat mobile di dalam perusahaan tidak menunjukan tanda-tanda akan adanya penurunan.
"Kondisi inilah yang membuat perangkat mobile menjadi target utama serangan penjahat keamanan siber," jelas Michael Xie.
Dengan memanfaatkan 'intelijen ancaman' dari Lab FortiGuard, FortiOS menerima umpan konstan intelijen yang berasal dari perangkat mobile untuk memberikan perlindungan otomatis terhadap ancaman yang muncul dan menargetkan platform seperti Android, iOS dan Windows.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




