Cegah Kebakaran Lahan, 7000 Blok Kanal Dibangun
Jumat, 19 Februari 2016 | 10:16 WIB
Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan diperkirakan masih terjadi di 2016, utamanya pada beberapa wilayah yang memiliki lahan gambut luas dan mengalami kekeringan lebih cepat. Mengatasi risiko kebakaran ini, perusahaan bubur kertas dan kertas nasional Asia Pulp and Paper (APP) membangun 7.000 blok kanal atau bendungan.
Head of Fire Management Sinar Mas, Sujica Lusaka, mengatakan, pembangunan bendungan ini untuk meningkatkan ketinggian air kanal di kawasan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI). Sejak November hingga saat ini sudah dibangun 4.000 blok kanal dari target 7.000 di empat provinsi dengan lahan gambut terbesar, yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.
"Tujuan kami untuk menaikkan ketinggian air ke tingkat optimal untuk mencegah kekeringan di lahan gambut," kata Sujika dalam temu media di Jakarta, Kamis (19/2).
Planning and Management Division Sinar Mas Forestry, Iwan Setiawan, mengatakan, pembangunan blok kanal di kawasan konsesi seluas 2 juta hektare ini ditargetkan selesai di bulan Februari 2016. Khusus di Riau sudah dibangun 2.600 blok kanal dari target 3.300. Seluruh kanal di tepi konsesi diblok per 500 meter, sehingga ketinggian muka air mencapai batas optimal. Dengan cara ini tingkat kebasahan lahan akan terjaga, sehingga ancaman bahaya kebakaran dari luar bisa diminimalisir.
"Sebelum musim kemarau tahun ini program kanal blok sudah harus selesai. Kita harapkan selama musim hujan ini bisa menampung air hujan, sehingga bisa menaikkan muka air di daerah konsesi," kata Iwan.
Dalam jangka panjang, kata Iwan, blok kanal ini juga sekaligus untuk melindungi hutan alam di luar kawasan HTI. Tingkat kebasahan di hutan alam juga ikut terjaga dengan adanya blok kanal ini, sehingga mengurangi risiko kebakaran.
Ia mengatakan, hampir 90 persen kebakaran hutan dan lahan tahun lalu berasal dari hutan alam di luar kawasan konsesi. Karena itu, membentengi kawasan konsesi dengan blok kanal akan mencegah lompatan api dari luar. Pembangunan satu blok kanal saja, kata Iwan, menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 juta sampai Rp 7 juta.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




