Saham Bank BUMN Anjlok, Darmin: Reaksi Pasar Berlebihan

Rabu, 24 Februari 2016 | 19:51 WIB
NL
WP
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: WBP
Pialang memantau jalannya perdagangan saham di Mandiri Sekuritas, Jakarta.
Pialang memantau jalannya perdagangan saham di Mandiri Sekuritas, Jakarta. (IDphoto/David Gita Roza)

Jakarta- Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai pasar bereaksi terlalu berlebihan menyusul anjloknya saham bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak akhir pekan lalu.

Disebut-sebut, pasar bereaksi negatif menyusul rencana pemerintah memangkas hingga 3 persen margin keuntungan (Net Interest Margin/NIM) bank BUMN yakni Bank BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN.

"Itu biasa. Ada reaksi berlebihan. Padahal sudah dibilang bahwa kita tidak akan mengatur profit atau tingkat bunga. Yang kita atur input-nya. Hasil akhir tetap saja market yang menentukan," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/2).

Darmin berharap investor di pasar modal bersikap hati-hati dan tidak menanggapi berlebihan terhadap sesuatu hal yang belum pasti. Meskipun demikian, Darmin optimistis, pasar akan kembali normal dalam beberapa hari mendatang.

"Kalau itu memang susah untuk dibilangin. Selalu ada saja reaksinya berlebihan. Nanti pada dua atau tiga hari sampai seminggu investor akan lihat. Tidak apa-apa," katanya.

Sejak akhir pekan lalu Jumat (19/2) hingga Selasa (23/2), saham perbankan terus mengalami aksi jual. Bahkan saham BBRI menjadi top looser pada perdagangan Senin. Namun pada perdagangan hari ini, saham perbankan sudah menunjukkan penguatan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon