DPR: Syaratkan Tes Narkoba untuk Ujian Kenaikan Pangkat TNI dan Polri

Minggu, 28 Februari 2016 | 14:35 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Ilustrasi.
Ilustrasi. (Antara)

Jakarta - Belajar dari penangkapan 33 orang pengguna narkoba di kompleks Kostrad, Tanah Kusir, Jakarta, anggota Komisi III DPR Aboebakar Al-Habsyi mengatakana, hal itu membuktikan tidak ada satu lembaga pun yang bisa memberikan garansi instansinya terbebas dari narkoba.

Oleh karenanya, Aboebakar menilai, perlu dilakukan pengawasan internal yang baik untuk meminimalisir peluang distribusi narkoba. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan tes urine secara berkala.

"Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk mensyaratkan pemeriksaan narkoba untuk kelengkapan berkas pendidikan dan kenaikan pangkat untuk kalangan TNI dan Polri," ujar Aboebakar, Minggu (28/2).

Kejadian ini juga menegaskan semakin beratnya tantangan untuk BNN dalam mengupayakan Indonesia bebas narkoba. Menurut Aboebakar, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso harus lebih berani dan tegas dalam menelisik dan mengungkap jaringan peredaran narkoba, meskipun di tengah komunitas TNI, Polri, ataupun politisi.

"Saya mendukung rencana BNN untuk mengetatkan pengawasan di Lapas sebagai upaya mengurangi peredaran narkoba. Karena selama ini banyak terungkap, meskipun sudah berada di lapas para bandar masih bisa menggerakkan transaksi narkoba," ulasnya.

Oleh karenanya, dia juga mendorong BNN bekerja sama dengan berbagai institusi untuk meningkatkan upaya pemberantasan narkoba. Sehingga akan bisa dilakukan upaya penindakan maupun pencegahan dengan baik.

Baginya, tertangkapnya puluhan orang yang terdiri dari oknum Polisi, TNI, bahkan DPR, di Kompleks Kostrad itu, membuat semua pihak makin prihatin dengan peredaran narkoba di Indonesia. Penangkapan ini merupakan indikator semakin kronisnya persoalan narkoba di republik ini.

"Indonesia sudah darurat narkoba, paparan narkoba sudah merasuk ke berbagai kalangan masyarakat. Kita harus memiliki perhatian yang sangat serius terhadap persoalan ini. Polisi dan TNI seharusnya sebagai instrumen sistem imun masyarakat dari narkoba, bukan malah sebagai pengguna atau pengedar," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon