Amankan KTT OKI, Koarmabar Lepas 8 KRI dan Kopaska Patroli Laut Jawa

Rabu, 2 Maret 2016 | 13:46 WIB
CF
JS
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: JAS
Panglima Koarmabar, Laksamana Muda TNI A. Taufiqurrahman R, memberikan arahan dan meninjau langsung pasukan Satgas Pengamanan VVIP KTT OKI ke-5 di KRI 593 Banda Aceh yang sandar di Dermaga JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 2 Maret 2016.
Panglima Koarmabar, Laksamana Muda TNI A. Taufiqurrahman R, memberikan arahan dan meninjau langsung pasukan Satgas Pengamanan VVIP KTT OKI ke-5 di KRI 593 Banda Aceh yang sandar di Dermaga JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, 2 Maret 2016. (Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)

Jakarta - Sebanyak 1.000 anggota pasukan Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar), tiga tim Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan delapan kapal perang RI (KRI), Rabu (2/3) dilepas dari Dermaga JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk melakukan pengamanan Laut Jawa, Selat Sunda, Laut Cina Selatan, dan Samudera Hindia‎.

Pelepasan Satgas Pengamanan VVIP tersebut dimaksudkan untuk mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  ke-5 Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berlangsung ‎pada 6-7 Maret 2016 di Jakarta yang dihadiri 56 negara peserta dan 26 kepala negara.

Panglima Koarmabar, Laksamana Muda TNI A‎. Taufiqurrahman R, mengatakan pengamanan VVIP tersebut akan dilakukan selama enam hari ke depan dengan melakukan pengamanan secara optimal baik di permukaan, udara, dan bawah air dengan menyiagakan pasukan khusus.

‎"Kami akan melakukan pengamanan secara terpadu melalui laut Jawa dan Laut Hindia, melalui kendali teknis Koarmabar, selain itu kami juga akan melaksanakan pengamanan di pelabuhan dan bandara untuk mengantisipasi terhadap potensi kerawanan yang ada," ujar Taufiq, Rabu (2/3) pagi di dalam KRI 593 Banda Aceh yang bersandar di Dermaga JICT.

Ia mengaku akan melakukan ‎pengaman secara maksimal, karena operasi tersebut merupakan operasi militer selain perang dengan profesionalisme dan mampu mendeteksi ancaman terorisme seperti aksi teror di Jalan Thamrin beberapa waktu lalu.

"Saat operasi perang seperti ini kita lakukan kita lakukan unity of effort, karena banyak satuan-satuan lain yang tidak terintegrasi dan kewaspadaan terhadap faksi terorisme harus mampu kita antisipasi," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengamanan ekstra di Laut Jawa yang merupakan pintu masuk dan Laut Cina Selatan sebagai pintu keluar dari jalur-jalur keberangkatan kapal.

"Pelepasan Satgas VVIP ini memiliki makna strategis dan mempertaruhkan kehormatan bangsa, prajurit harus melakukan tanggung jawab tinggi, jangan ragu dalam bertindak namun tetap mengikuti prosedural yang berlaku," tambah Taufiq.

Pihaknya juga akan ‎mewaspadai setiap ancaman dengan tindakan militer dan non-militer, melakukan koordinasi dengan komando masing-masing, penyiapan jalur escape bagi tamu VVIP, dan mengantisipasi cuaca di perairan.

"Satgas yang digelar akan didukung dengan pasukan yang berada di bawah Panglima langsung. Ada beberapa unsur dan aset yang akan saya tarik untuk mendukung pengamanan OKI, yang perlu di waspadai ancaman belum signifikan, tapi eskalasi bisa muncul secara cepat. Selat Sunda sudah kita amankan, unsur di bawah Panglima sudah ada di sana meski satgas baru dilepas‎ hari ini," tandasnya.

Selain menurunkan 1.000 personel Koarmabar, 8 KRI, dan 3 tim pasukan Kopaska, Koarmabar juga akan menerjukan 2 Heli Bell dan 2 KAL dalam pelepasan Satgas Pengamanan VVIP KTT ke-5 OKI itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon