Djarot Minta Dishubtrans Awasi Kendaraan Berat

Rabu, 2 Maret 2016 | 16:54 WIB
LT
IC
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: CAH
Sejumlah kendaraan melaju menghindari jalan rusak di kawasan Jakarta Selatan.
Sejumlah kendaraan melaju menghindari jalan rusak di kawasan Jakarta Selatan. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Melihat jalan-jalan di Ibu Kota kerap kali rusak, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat meminta Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta memperketat pengawasan kendaraan berat yang melintasi jalan raya.

Sebab, selain genangan yang menyebabkan jalan berlubang, ternyata juga berimbas dari kendaraan berat yang melintasi jalan. Sayangnya tonase kendaraan berat tersebut tidak sesuai dengan daya tahan jalan.

"Bobot kendaraan juga turut mengakibatkan jalan cepat rusak. Kayak dijalur busway, beberapa hancur," ujarnya.

Karena itu perbaikan jalan, lanjutnya, tidak dapat dilakukan dengan teknik pengaspalan. Dengsan tonase yang besar, justru jalan akan rusak lagi. Seharusnya, perbaikan jalan dilakukan dengan teknik betonisasi.

"Aspal saja tidak cukup. Jalan harus di beton. Program beton itu harus betul-betul. Supaya tidak berulang-ulang‎," tuturnya.

Dengan begitu, daya tahan jalan di Ibu Kota dapat mencapai lima hingga sepuluh tahun. Sehingga setiap tahunnya tidak perlu tambal sulam untuk perbaikan jalan berlubang.

‎"Jadi ini evaluasi. Maksud kita adalah ke depan kalau kita kerja di Jakarta ini sekali pukul selesai terus. Kemudian bisa jangka waktunya panjang tidak kebiasaan masa lalu, setiap tahun hampir setiap tahun bongkar pasang," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon