Agun: Semangat Rekonsiliasi Jangan Sampai Pudar Lagi

Minggu, 6 Maret 2016 | 15:54 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Ilustrasi Partai Golkar
Ilustrasi Partai Golkar (Beritasatu.com)

Jakarta-Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar (PG) hasil Musyawarah Nasional (Munas) di Riau, Agun Gunanjar berharap semangat rekonsiliasi dan kebersamaan yang sudah dimulai Golkar belakangan ini jangan sampai padam kembali. Golkar akan mengalami kerugian besar jika perpecahan kembali terjadi karena Pilkada serentak 2017 dan 2018 segera bergulir. Pemilu 2019 pun sudah semakin dekat.

"Semua pihak seharusnya mengedepankan sikap persatuan dan menekan segala potensi perpecahan kembali, utamanya mau menang sendiri. Walaupun sangat teknis soal kepanitiaan dan kepesertaan, tapi itulah sesungguhnya kunci dari persoalan pelaksanaan Munas. Semangat rekonsiliatif, berkeadilan harus dikedepankan oleh para elite DPP Golkar," kata Agun di Jakarta, Minggu (6/3).

Sebagaimana diketahui, awal Februari lalu, PG sudah sepakat untuk menggelar Munas bersama paling lama Juni 2016. Munas tersebut sebagai hasil kesepakatan antara kubu Aburizal Bakrie (ARB) dengan kubu Agung Laksono (AL). Kedua belah pihak telah mulai bersatu dan bersama setelah pemerintah memperpanjang kepengurusan hasil Munas Riau.

Namun, di tengah persiapan menuju Munas tersebut, tiba-tiba Mahkamah Agung (MA) mengeluarkan putusan yang memenangkan kubu ARB. Kondisi itu melahirkan kembali silang pendapat di internal Golkar mengenai siapa yang berhak sebagai panitia Munas.
Menyikapi kondisi yang terjadi, Agun berharap seluruh elite Golkar menahan diri untuk melakukan silang pendapat di media secara terbuka. Silang pendapat harus dihentikan dan gantinya adalah duduk bersama.

"Bicarakan bersama, putuskan bersama dalam forum-forum silaturahmi atau lobi dan putuskan dalam rapat resmi, rapat pleno DPP," tegas Agun.

Menurut mantan Ketua Komisi II DPR ini tantangan menghadapi pilkada serentak 2017, 2018, dan Pileg/Pilpres 2019 sudah semakin mendesak untuk dikonsolidasikan secara baik dan benar. Jangan sia-siakan momentum Munas/Munaslub yang sudah disepakati untuk menjadikan Golkar kembali solid, kuat dan bersatu. Hanya dengan cara itu, Golkar diyakini akan bangkit kembali.

"Marilah kita saling menghargai dan menghormati hak-hak semua kader Golkar. Masa-masa sulit telah berhasil kita lampaui dengan kesediaan ARB dan AL untuk menyelenggarakan Munas/Munaslub. Keduanya mendorong regenerasi, melalui forum musyawarah yang jujur, terbuka, dan terukur tanpa tekanan, paksaan, money politics. Bahkan, menjamin demokratis sesuai AD/ART serta melibatkan KPK dan POLRI," jelasnya.

Menurutnya, apa yang sudah disepakati adalah kesempatan yang baik yang jarang bisa terjadi. Jangan sampai semangat tersebut menjadi redup kembali.

"Kasihan para kader di daerah, mereka harus maju jadi kandidat dengan gunakan bendera partai lain seperti di pilkada 2015. Di daerah mereka sudah ditarik-tarik dan dilirik untuk pilkada 2017. Golkar akan alami yang sama apabila tidak segera konsolidasi melalui Munas/Munaslub," tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon