Tunggu Rapat Bank Sentral Eropa, Bursa Eropa Dibuka Anjliok

Senin, 7 Maret 2016 | 16:19 WIB
PN
B
Penulis: Paulus Nitbani | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (AFP)

London- Bursa saham Eropa pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/3) waktu setempat atau Senin sore WIB dibuka melemah. Investor lebih memilih untuk menanti keputusan Bank Sentral Eropa yang akan mengadakan pertemuan pada pekan mendatang.

Pergerakan indeks bursa saham Eropa hari ini tidak mengikuti pergerakan saham AS yang pada akhir pekan lalu ditutup di jalur positif dan sebagian bursa Asia yang hari ini juga ditutup menguat.

Indeks European STOXX 600 dibuka anjlok 0,3 persen. Indeks DAX di Jerman dibuka anjlok sebesar 101,21 poin atau berkurang 1,03 persen ke kisaran 9.722,96. Indeks FTSE di Inggris dibuka anjlok sebesar 33,66 poin atau berkurang 0,54 persen ke level 6.165,77. Sedangkan, indeks CAC 40 dibuka melemah sebesar 24,08 poin atau turun 0,54 persen ke kisaran 4.432,54.

Sebelumnya, bursa saham Asia pada perdagangan hari ini, Senin (7/3) ditutup bervariasi (mixed). Indeks Nikkei 225 di Jepang ditutup anjlok 103,46 poin atau berkurang 0,61 persen ke level 16.911,32. Indeks Kospi di Korea Selatan ditutup meningkat 2,24 poin atau bertambah 0,11 persen ke kisaran 1.957,87. Indeks Hang Seng di Hong Kong ditutup mendatar di kisaran 20.159,72.

Sementara itu, bursa saham di Tiongkok ditutup meningkat di mana indeks bursa Shanghai mencatat kenaikan sebesar 24,49 poin atau naik 0,85 persen ke kisaran 2.898,64 dan indeks sahan Shenzhen meningkat 34,67 poin atau bertambah 2,03 persen ke kisaran 1.741,64.

Di Australia, indeks ASX 200 ditutup meningkat 52,78 poin atau bertambah 1,04 persen ke kisaran 5.142,81 yang didorong oleh kenaikan sektor energi, material, dan keuangan, yang masing-masing meningkat sebesar 2,2 persen, 3,08 persen, dan 1,2 persen.

Sementara di pasar energi, harga minyak mentah AS, WTI, mencatat kenaikan sebesar 1,7 persen ke level US$ 36,53 per barel sedangkan, harga minyak mentah Brent mencatat kenaikan sebesar 1,37 persen ke kisaran US$ 39,25 per barel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon