Padi Unggulan IPB dan Batan Siap Dukung Program 1.000 Desa Mandiri Benih
Jumat, 11 Maret 2016 | 14:30 WIB
Jakarta- Varietas padi unggulan hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dan lembaga riset di bawah naungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan dilibatkan dalam program 1.000 desa mandiri benih di 16 provinsi di Indonesia. Hasil riset dan inovasi tersebut antara lain varietas padi IPB 3S milik Institut Pertanian Bogor (IPB) dan varietas Sidenuk milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Sementara program 1.000 desa mandiri benih ini merupakan program Kementerian Pertanian (Kemtan).
"Inovasi harus menciptakan nilai ekonomi. Dengan inovasi teknologi hasil temuan bisa bernilai ekonomi," kata Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe di Jakarta, Jumat (11/3).
Menurutnya, pangan sangat penting sebagai kebutuhan dasar manusia. Untuk itu, swasembada atau ketahanan pangan nasional perlu ditingkatkan. "Saat ini swasembada pangan belum terjadi, kita selalu impor, biasanya impor beras dan sapi. Oleh karena itu Kemristekdikti sangat mengarahkan peningkatan swasembada," katanya
Selain mendorong ketersediaan bibit unggul, konsep pertanian modern dan terpadu dari hulu hingga hilir akan dibuat. Hal ini diyakini Jumain mampu memangkas lonjakan harga beras dan padi yang dihasilkan terstandar. "Kita sudah buat pembuktian benih yang bisa skala ekonomi. Sesuai arahan Menteri Pertanian bahwa varietas yang produksinya mencapai 10-12 ton per hektare akan mendapat subsidi," ucapnya.
Subsidi atau suntikan anggaran tersebut akan dipakai untuk optimalisasi dan memperbanyak benih. Varietas IPB dan Sidenuk Batan pun akan mendapat suntikan dana sebesar Rp 9 miliar.
Varietas padi IPB 3S memiliki produktivitas mencapai 13,5 ton per hektare, tahan hama, sehingga dapat membantu pencapaian swasembada beras nasional. Sedangkan untuk Sidenuk, produktivitasnya mencapai 10 ton per hektare, tetapi bergantung kondisi di lapangan. Kelebihan lainnya, selain tahan hama juga berumur panen pendek 105 hari serta pulen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




